Bibit Jeruk Nagami Harga Tinggi, Peminat kian Banyak

497

BIBIT jeruk nagami di Bali saat ini masih tergolong langka. Jeruk yang aslinya dari negeri sakura tersebut makin banyak peminatnya meski harganya cukup tinggi.

Komang Adi, penjaga stand Rosemary di Pasar Beringkit mengatakan, harga bibit jeruk nagami mencapai Rp 200 ribu, namun bibit tersebut sudah berbuah. “Bibit jeruk nagami ini, kami datangkan dari Malang karena di Bali belum ada pembibitan jeruk nagami padahal bibit jeruk ini mulai banyak dicari orang,” tuturnya .

“Jeruk nagami termasuk salah tanaman yang bersifat genjah atau rajin berbuah, karenanya banyak peminat. Tanaman ini berbuah sepanjang tahun, dan tidak mengenal musim,” ungkapnya.

Kulit jeruk nagami juga terasa manis membuat buahnya dapat dilangsung dimakan seutuhnya tanpa dikupas. Keunikan tersebut membuat banyak orang tertarik.

“Kebanyakan jeruk nagami ini dibibitkan dari cara cangkok. Namun memang harus dipilih pohon induk yang sehat dan unggul,” tukasnya. Cara pembibitannya sama saja dengan cara cangkok pada umumnya.

Tetapi ada juga bibit yang dibuat dengan cara okulasi (tempel). “Kalau bibit dengan cara okulasi ini, memang akarnya akan lebih kuat dan tanaman akan lebih tahan terhadap penyakit. Tetapi kelemahannya, terkadang pembeli tidak merawatnya dengan benar sehingga bibit Nagami yang ditempel malah mati dan bibit jeruk batang bawah yang malah tumbuh,” tukasnya. (pur)