Baru 65 Persen Manajer Koperasi di Bali Bersertifikat Kompeten

42
DIKLAT - Salah satu kegiatan diklat uji kompetensi yang diikuti pengelola koperasi.(sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pentingnya pengelola koperasi memiliki sertifikat kompeten agar unit usaha koperasi terus berkembang dan sampai mandiri. Di Bali ada 1.600 manajer selaku pengelola koperasi, dari jumlah tersebut sampai Maret 2018, sudah lebih dari 65 persen yang mengantongi sertifikat kompetensi.

‎Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E.,M.M., baru-baru ini di Denpasar mengatakan, perkembangan koperasi belakangan ini makin meningkat. Hal ini berkat tata kelola koperasi yang profesional. Koperasi yang dikelola dengan baik, umumnya oleh manajer yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Pasalnya, ilmu yang dimiliki sudah standar dan banyak langkah serta strategi guna memajukan koperasi.

”Kami lihat dan fakta kalau koperasi yang dikelola oleh manajer bersertifikat kompetensi akan lebih cepat perkembangannya. Dari data yang ada, koperasi akan berkembang minimal dua kali dibandingkan sebelumnya. Maka itu, kami terus mendorong agar semua koperasi dikelola oleh profesional. Hanya dengan ikut diklat dan uji kompetensi, maka koperasi terus berkembang menuju mandiri,” katanya.

Sebelumnya, ‎Direktur Lembaga Diklat Profesi (LDP) Sanatana, I Ketut Sumardana, S.E., menyebutkan, sampai Maret 2018 ini jumlah sertifikat uji kompeten yang dikeluarkan mencarai diatas 200. Ke depan sampai akhir 2018 ditarget lagi 200 orang yang ikut sekaligus memegang sertifikat kompetensi. (sta)