Mangupura (Bisnis Bali) –   Negara yang maju ditandai dengan tingkat/jumlah wirausahanya yang tinggi yakni di atas 10 persen. Untuk mengejar kuota wirausahaan tersebut Bali dan Indonesia masih tertinggal jauh baru sekitar 2 persen. Demikian antara lain diungkapkan Ketua STIKOM Bali, Dadang Hermawan, di sela-sela Seminar Stategi Memulai dan Mengembangkan Bisnis Digital, Selasa (27/3) di wantilan Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung.

Katanya, kewirausahaan di kalangan generasi muda perlu terus dipacu seiring revolusi 4.0 yang merupakan era digitalisasi pada setiap bidang kehidupan. Tak terkecuali bidang ekonomi dan bisnis yang memang kini makin berkembang pesat.

Pemanfaatan sistem promosi digital maupun manfaatkan media sosial lainnya merupakan kebutuhan masyarakat kekinian dalam perjuangan hidup. Karena itu, tak ada alasan menolak kemajuan ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat luas.

Bisnis digital selain lebih cepat dan efisien waktu dan biaya, para pebisnis juga terus dituntut meningkatkan inovasi sehingga produk-produk yang dihasilkan betul-betul menarik dan berdaya saing tinggi karena akan dilihat masyrakat dunia. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) Bali khususnya terjun jadi wirausaha berbasia digital merupakan hal mutlak ke depan untuk kehidupan lebih baik.  (gun)