Pengelola Koperasi Simpan Pinjam Wajib Miliki Sertifikat Standar Kompetensi

55
SERTIFIKAT - Kadis Koperasi dan UKM Bali, Gede Indra didampingi Ketua Dekopinda Kota Denpasar, I Wayan Mudana dan Direktur LDP Sanatana, Sumardana menyerahkan sertifikat kompetensi kepada peserta. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengelola koperasi sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI No. 15/2015 tentang usaha simpan pinjam oleh koperasi. Pasal 13 angka 5 bahwa pengelola simpan pinjam koperasi wajib memiliki sertifikat standar kompetensi pengelola usaha simpan pinjam yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi yang telah memperoleh lisensi sesuai peraturan perundang-undangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E., M.M., Sabtu (24/3), memberikan apresiasi kepada Lembaga Diklat Profesi (LDP) Sanatana telah mampu memberikan diklat SDM pengelola koperasi. Pasalnya, setiap pengelola koperasi wajib mengantongi sertifikat kompetensi. “Kami Pemprov Bali menga‎presiasi penyelenggaraan diklat kompetensi dari para LDP yang ada di Bali. Hal ini menunjukkan gerakan koperasi menyadari dan ikut memikirkan upaya perkembangan koperasi menuju pertumbuhan ekonomi Bali,” kata Gede Indra di sela-sela penyerahan sertifikat kompeten kepada 39 kabag dana dan kabag pinjaman di Gedung Madu Sedana Sanur. Diklat dilaksanakan LDP Sanatana, hadir pula Ketua Dekopinda Kota Denpasar, Ketua Pengurus KSU SIDI Sanur dan Direktur LDP Sanatana, I Ketut Sumardana, S.E.

Lebih lanjut Gede Indra menjelaskan, di Bali da‎ta sampai Maret 2018 jumlah koperasi  4.850 unit. Dari jumlah koperasi dapat menyerap karyawan sebanyak 22.067 orang (5,59 persen), level manajer sebanyak 1.574 orang (4,42 persen). Dari jumlah karyawan koperasi yang ada baru sekitar 136 orang kabag dana  dan pinjaman yang memiliki sertifikat kompetensi. Jumah ini masih jauh dari kebutuhan yang memadai. Dengan adanya diklat profesi seperti ini diharapkan dapat membantu mempercepat mengatasi permasalahan bidang SDM dalam mengelola koperasi.

”Pemerintah mengucapkan apresiasi dan memberikan dorongan lembaga LDP Sanatana dan LDP lainnya di Bali telah mampu mengantarkan pengelola koperasi bersertifikat kompetensi. Kami minta seluruh gerakan koperasi di Bali mengikutsertakan pengelola di semua level dalam diklat kopetensi, maupun diklat teknis yang menunjang kualitas SDM koperasi,” katanya. (sta)