Sarasehan Nasional LPD Se-Bali,  Hadapi Tantangan ke Depan

26
SARASEHAN - Pembukaan sarasehan nasional oleh Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, ditandai dengan pemukulan gong. (wid)

Denpasar (Bisnis Bali) – Keberadaan lembaga keuangan termasuk Lembaga Perkreditan Desa (LPD) ke depannya dihadapi dengan begitu banyak tantangan, salah satunya penggunaan teknologi informasi (TI). Untuk mampu menghadapi tantangan tersebut, beberapa hal harus dilakukan LPD seperti meningkatkan kualitas SDM terutama dalam pengelolaan TI.

Hal tersebut tertuang dalam kegiatan sarasehan nasional LPD se-Bali yang diselenggarakan BKS-LPD Bali bekerja sama dengan Universitas Hindu Indonesia (Unhi), bertempat di Lantai 3 Gedung Rektorat Unhi, Jumat (23/3).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa mengatakan, tujuan diadakan kegiatan sarasehan tersebut adalah untuk menguatkan tata kelola keuangan LPD. Terlebih lagi, LPD harus mampu meningkatkan kualitas SDM LPD sesuai dengan tuntutan revolusi industri (RI) 4.0.

Dijelaskannya, Unhi sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam hal menyiapkan SDM tersebut. Dan lembaga pendidikan Hindu ini memiliki peran dalam menerapkan konsep-kosep ekonomi serta ajaran budaya Hindu di Bali dalam aktivitas LPD ke depan. Dengan demikian, dia mengatakan, Unhi akan membangun kembali desain kurikulum, khususnya dalam fakultas ekonomi dengan konsep ekonomi kerakyatan yang dimiliki LPD selama ini. (wid)