Badung Tangkal Bahaya Kebakaran Diklat Kesemaptaan Damkar pun Digelar

218
DIKLAT - Bupati Badung diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra IB Yoga Segara membuka secara resmi pelaksanaan Diklat Kesemaptaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Kabupaten Badung, Jumat (23/3) di Puspem Pusat Pemerintahan Mangupura, ditandai dengan pemukulan gong.

Setelah memberikan perhatian penuh untuk sektor pendidikan, kesehatan, serta program prorakyat yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat Badung, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, S.Sos. yang didampingi Wakilnya Drs. Ketua Suiasa, S.H. tetap saja membuat program-program strategis lainnya. Kali ini Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Badung tersebut berupaya menangkal bahaya kebakaran yang bisa membuat masyarakat yang menjadi korban jatuh miskin. Apa yang dilakukan?

BUPATI Badung diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra IB Yoga Segara membuka secara resmi pelaksanaan Diklat Kesemaptaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Kabupaten Badung, Jumat (23/3) kemarin di Puspem Pusat Pemerintahan Mangupura, ditandai dengan pemukulan gong.

Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan IB Yoga Segara mengatakan, bahaya kebakaran merupakan ancaman yang sangat besar yang bisa datang setiap saat, tanpa mengenal waktu dan tempat. Kebakaran pada umumnya disebabkan masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap bahaya kebakaran itu sendiri. Untuk itu sudah seharusnya kita memiliki tenaga-tenaga andal pada Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung. Oleh sebab itu Bupati menyambut baik pelaksanaan Diklat Kesemaptaan bagi pasukan pemadam Kebakaran. Diklat Kesemaptaan ini dipandang penting guna memperkuat dan menjaga ketahanan fisik serta meningkatkan ketahanan mental para petugas pemadam kebakaran. Hal ini dikarenakan dalam pelatihan ini tidak hanya diberikan materi untuk ketahanan fisik semata, tetapi juga diberikan percerahan melalui ceramah keagamaan untuk penguatan rohani bagi pasukan pemadam.

Lebih lanjut Bupati mengharapkan, pelatihan ini tidak hanya bergelut dalam menangani kebakaran saja namun juga di bidang penyelamatan. Materi teori diharapkan lebih mempertajam penguatan pasukan pemadam kebakaran terhadap kemungkinan yang terjadi serta praktik penanganan bahaya kebakaran yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana bahaya kebakaran itu sendiri. “Kami harapkan pengetahuan yang diperoleh dalam diklat ini dapat meningkatkan keterampilan serta menambah semangat dan dedikasi pasukan untuk melayani masyarakat dalam bahaya kebakaran,” harapnya.

Kepada peserta agar benar-benar mengikuti Diklat Kesemaptaan dengan serius dan sungguh-sungguh mengingat diklat ini sangat bermanfaat bagi suksesnya upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di wilayah kabupaten Badung dan sekitarnya.

Sementara itu Kadis Damkar dan Penyelamatan Badung I Wayan Wirya selaku Ketua Panitia Pelaksana melaporkan, maksud diadakan Diklat Kesemaptaan ini untuk memberi penguatan baik fisik maupun mental bagi pasukan pemadam kebakaran. Tujuannya untuk meningkatkan kekuatan fisik maupun mental pasukan dalam melayani masyarakat dalam penanggulangan bahaya kebakaran sehingga dapat membantu mencegah bahaya kebakaran secara lebih cepat dan selamat. Diklat diikuti 262 peserta, dibagi dua tahan dan berlangsung dari 23 hingga 26 Maret 2018. Dengan mendatangkan instruktur dari Dinas Kebakaran Kabupaten Malang Jawa Barat dan  SAR Denpasar. (ad 0.370)