Sekolah Lapang Iklim BI Antisipasi Inflasi Pangan akibat Kemarau

17
Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali segera melakukan antisipasi terkait adanya kemungkinan lonjakan harga pengaruh musim kemarau yang segera tiba. Antisipasi dilakukan mengingat musim kemarau rentan mempengaruhi produksi pangan, seperti bawang merah, cabai maupun bawang putih.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karana di Renon, Kamis (22/3) kemarin mengatakan, musim kemarau memang rentan mempengaruhi produktivitas pangan, karena susahnya petani memperoleh air. Produktivitas pangan yang terganggu rentan mempengaruhi kenaikan harga jual.

“Kendati demikian bulan bisa dipastikan April mendatang masuk musim kemarau mengingat cuaca masih anomali,” katanya.

Untuk mengantisipasi timbulnya inflasi saat musim kemarau, dia mengakui, BI bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk membantu petani dalam bentuk edukasi membaca cuaca sehingga bisa mengatur sistem tanam dan panen, termasuk jenis tanaman yang cocok ditanam pada iklim tertentu.

Menurutnya, BMKG memiliki teknologi memprediksi cuaca sehingga dengan adanya semacam sekolah lapang iklim, petani diajarkan mengetahui tanda perubahan cuaca. “Sekolah lapang iklim ini salah satunya dilakukan kepada kelompok tani bawang merah di Desa Songan, Bangli,” ungkapnya. (dik)