Nasabah Waswas, Takut Jadi Korban ”Skimming”

32
ist

Denpasar (Bisnis Bali) – Marak munculnya kasus skimming membuat kalangan nasabah perbankan mulai merasa waswas saat ini. Betapa tidak, salah satu tindak kejahatan perbankan tersebut berpeluang membuat uang tabungan yang disimpan bank lenyap tiba-tiba.

“Meski belum ada laporan kasus skimming ini muncul di Bali, hal itu tetap saja membuat saya merasa waswas. Sebab, cukup sering menggunakan fasilitas di mesin anjungan tunai mandiri (ATM),” tutur pebisnis buah antarpulau, I Wayan Merta, S.Sos, M.M., Kamis (22/3) kemarin.

Ia menerangkan, kasus skimming bisa muncul di mana saja, bahkan juga terjadi Bali. Diakuinya, kemungkinan itu yang membuatnya merasa tidak nyaman dalam melakukan transaksi perbankan, karena takutnya ATM yang digunakan menjadi salah satu ATM yang telah dipasang alat oleh pelaku tindak kejahatan skimming untuk kemudian menguras dana yang tersimpan di bank.

“Meski merasa waswas, saya tetap memanfaatkan ATM. Cuma, lebih waspada lagi dengan melihat situasi ATM seandainya ada alat-alat yang mencurigakan,” ujarnya.

Merta yang juga Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli berharap, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keungan (OJK), beserta kalangan perbankan bisa segera mengambil langkah atau kebijakan agar munculnya kasus skimming yang menghantui perbankan nasional ini bisa disikapi dengan cepat. Katanya, itu sekaligus dalam upaya untuk menjaga kepercayaan nasabah sekarang ini. (man)