Tabanan (Bisnis Bali) – Sejumlah sentra pertanian padi di Kabupaten Tabanan dihantui oleh serangan wereng coklat pada musim panen pertama tahun ini. Hal hasil, akibat serangan wereng coklat tersebut sejumlah sentra produksi di daerah lumbungan pangan ini tak bisa berproduksi dengan maksimal saat ini.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Wayan Suandra, di Tabanan, Kamis (22/3) mengungkapkan, selama dua bulan terakhir atau Januari dan Februari, Dinas Pertanian Tabanan mencatat setidaknya ada enam Organisasi Pengganggu Tanaman (OPT) yang menganggu tanaman padi. Imbuhnya, dari enam jenia OPT tersebut, terbanyak adalah karena serangan wereng coklat, sedangkan lainnya disebabkan oleh serangan penggerek batang, tikus, dan tungro.

Paparnya, untuk wereng cokelat ini menyerang tanaman padi di lahan seluas 155 hektar. Rinciannya adalah kerusakan tipe ringan seluas 25 hektar di Seltim, Kerambitan 10 hektar, Tabanan 6 hektar dan Kediri seluas 114 hektar.

Sambungnya, untuk OPT penggerek batang serangannya adalah untuk rusak ringan hingga luasan 23 hektar terjadi di kecamatan Tabanan dan 3 hektar di Kecamatan Kediri, serangan OPT Tikus dengan kerusakan tipe ringan sebanyak 5 hektar di Selemadeg Barat (Selbar), 7 hektar di Selemadeg Timur (Seltim), 2 hektar di Kerambitan, 8 hektar terjadi di Tabanan dan 1 hektar di Baturiti.

OPT lain yang menyerang tanaman padi adalah Tungro dengan tipe kerusakan ringan seluas 4 hektar di Seltim,  5 haktar terjadi Kerambitan, 6 hektar terjadi Tabanan dan untuk Marga selain terjadi kerusakan tipe ringan seluas 3 hektar juga terjadi kerusakan tipe sedang karena Tungro seluas  2 hektar.

Selain itu, katanya ditemukan juga serangan akibat OPT Kresek tipe kerusakan ringan di Selbar seluas 4 hektar, Selemadeg 4 hektar,  Seltim 2 hektar, Kerambitan 22 hektar, Kediri 20 hektar, Marga 10 hektar dan Baturiti 1 hektar. Sementara kerusakan sedang terjadi di kecamatan Kediri seluas 10 hektar.

“Ada juga serangan OPT Blast yang menyerang tanaman padi di sejumlah wilayah, namun semuanya mengelami kerusakan tipe ringan,” ujarnya. (man)