Konsultan Bank Dunia Paparkan Kelanjutan Bandara di Bali Utara

103

Denpasar (Bisnis Bali) –   Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengklarifikasi hasil studi  “Bali Sustainable Transport and Connectivity Initiative” yang dilakukan Konsultan Bank Dunia, saat diundang Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI.

Pastika juga membantah informasi yang menyebut pembatalan rencana pembangunan bandara di Kawasan Bali Utara. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H.M.H., di Denpasar.

Lebih jauh Dewa Mahendra menerangkan, pertemuan dengan Konsultan Bank Dunia itu dimanfaatkan Gubernur Pastika untuk menyampaikan sejumlah hal terkait dengan hasil studi yang menyebut kalau pembangunan bandara baru kurang feasible.

Pastika menilai, studi yang dilakukan Konsultan Bank Dunia hanya mengacu pada aspek ekonomi. Padahal, sebuah studi idealnya juga mempertimbangkan aspek lain seperti sosial, politik dan budaya.

Secara gamblang Pastika menjelaskan, rencana pembangunan bandara baru di Kawasan Bali Utara didasari atas kepentingan yang lebih besar yaitu untuk mengatasi kesenjangan antara kawasan Bali Selatan dan Bali Utara.

Menurutnya, keberadaan bandara di Bali Utara sudah didambakan sejak lama dan telah tertuang dalam Perda Nomor 6 Tahun 2009. Ia meyakini, kehadiran bandara baru itu akan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar dan pembangunan daerah Bali secara keseluruhan.

“Tak hanya dari segi pendapatan, kreativitas masyarakat sekitar kawasan juga akan meningkat,” imbuhnya. Terkait dengan rekomendasi untuk membangun jalan menembus gunung untuk memperpendek akses Denpasar-Singaraja, Pastika berpendapat bahwa hal itu bisa digarap secara simultan dengan pembangunan bandara baru. (pur)