BPR Sulit Bersaing dengan Bunga Murah

44
 BPR - Layanan transaksi di salah satu BPR yang ada di Bali. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Di tengah ketatnya persaingan, bank perkreditan rakyat (BPR) tidak bisa bersaing dengan bunga murah. BPR harus mampu menutupi biaya overhead dana masyarakat yang disimpan BPR.

Direktur Utama  BPR Gianyar Parthasedana, Wayan Nasib, Rabu (21/3) mengatakan, kondisi pasar saat ini memang sedang menurun. Daya beli masyarakat terutama kalangan bawah menjadi menurun.

Penurunan daya beli masyarakat menyulitkan BPR terutama dalam menyalurkan kredit. Serapan kredit mengalami penurunan terutama dari kalangan menengah ke bawah.

Dipaparkannya, BPR akan menghadapi persaingan yang sangat ketat 2018. Ini di antaranya gencarnya bank umum menyalurkan KUR. Bahkan, bunga KUR turun dari 9 persen menjadi 7 persen.

Lebih lanjut dikatakannya, adanya KUR menjadi ancaman bagi BPR terutama dalam melaksakan fungsi intermediasi, baik dalam menghimpun dana BPR wajib menutupi biaya bunga cukup tinggi. (kup)