IKAN gabus memiliki kandungan protein dan albumin yang tinggi sehingga ikan yang satu ini kerap digunakan sebagai terapi pengobatan bagi penderita stroke, kanker, gagal ginjal, diabetes mellitus hingga pengobatan pasca-operasi. Hal tersebut membuat harga jual ikan gabus tergolong tinggi yaitu Rp 70 ribu per kilogram.

Ikan gabus yang manfaat belum begitu banyak dikembangkan di Bali, sehingga budi daya ikan yang harganya cukup tinggi tersebut sebenarnya sangat menjanjikan. Selain itu ikan gabus, menurut Dr.Ir. I Ketut Arnawa, M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar juga dapat diolah menjadi beragam produk kuliner yang bisa memberikan keuntungan lebih besar bagi petani ikan. “Bisnis olahan ikan gabus untuk di Bali belum tergarap. Mungkin karena masyarakat juga masih asing dengan ikan yang satu ini, dan tidak banyak yang mengetahui manfaatnya bagi kesehatan,” ungkapnya.

Ikan gabus memiliki keunggulan dari segi nutrisi dibandingkan ikan lain, meski ikan lain juga dikenal sebagai sumber protein yang baik untuk tubuh. Namun ikan gabus dikenal memiliki jenis kandungan gizi yang lebih tinggi dengan kandungan protein ikan gabus 25,5 persen, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar protein dari ikan bandeng, ikan mas, ikan kakap, maupun ikan sarden.

Yang terpenting, ikan gabus sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting bagi tubuh manusia. “Albumin diperlukan tubuh, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicoba untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit berat tadi,” tukasnya.

Kekurangan albumin dalam tubuh akan menyebabkan nutrisi tidak bisa diedarkan dengan baik ke seluruh tubuh. “Kalau anak – anak kekurangan albumin  akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, perkembangan otak yang tidak maksimal, penurunan kekebalan tubuh hingga menyebabkan anak mudah sakit,” terangnya. (pur)