Mangupura (Bisnis Bali) – Bali Hotel Association (BHA) memastikan momen perayaan Nyepi 16-18 Maret 2018 ini, kalangan hotel tidak akan menaikkan tarif kamar. Sama seperti pengalaman sebelumnya selama periode libur Nyepi itu, hotel-hotel berbintang empat dan lima di bawah naungan BHA pun tidak mengalami lonjakan hunian.

Ketua BHA Ricky Putra, Senin (5/3) mengatakan, periode Nyepi sebenarnya tidak ada paket khusus yang disiapkan hotel. Hari Raya Nyepi bukan merupakan paket wisata untuk tamu karena sesuai dengan makna hari raya itu yang tidak diperkenankan melakukan kegiatan atau bersenang-senang termasuk keluar dari hotel. Hotel mengurangi kebisingan dan banyak melakukan aktivitas di dalam hotel saja.

“Sama seperti di rumah, hotel juga tidak menyediakan fasilitas televisi termasuk larangan ke pantai, sehingga penawaran dari awal sudah diberitahukan ke wisatawan untuk diikuti,” katanya.

Hal ini pula yang membuat tidak ada tarif khusus atau kenaikan momen Nyepi. Dari sisi jumlah kunjungan juga tidak signifikan mengalami kenaikan. Untuk itu, pihaknya jauh-jauh hari telah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada wisatawan terkait perayaan Nyepi selama 24 jam penuh, sehingga bisa menghormati  saat berada di hotel.

“Wisatawan Asia mendominasi hunian kisaran 30-40 persen dan domestik. Australia maupun Eropa sisanya saat periode perayaan Nyepi, karena mereka ingin menikmati tradisi, suasana yang memang hening dan tidak ada penerangan sama sekali,” ujarnya.

Momen hari raya ini, tingkat hunian umumnya mencapai kisaran 40 hingga 60 persen. Selain wisatawan mancanegara yang ingin tahu Bali saat Nyepi, banyak pula  wisatawan yang saat itu tengah berada di Bali, sebagian dari mereka merupakan ekspatriat yang sedang di Bali.

Menurut Ricky, hotel tidak menaikkan tarif namun pengelola akomodasi memberikan nilai tambah kepada wisatawan yang menginap seperti makan siang dan makan malam yang termasuk dalam harga biasa. (dik)