Disperindag Denpasar Latih 20 IKM Serangan Manfaatkan Limbah Kerang Jadi Bernilai Ekonomi Tinggi

36
Kadis Perindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra, saat menyerahkan bahan kerajinan kerang sokasi kepada perwakilan peserta pelatihan. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kerang salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Kerang yang banyak didapat di pesisir pantai ini disulap menggunakan keahlian tangan menjadi barang bernilai seni tinggi.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Denpasar memberikan pelatihan pada 20 pelaku industri rumah tangga kecil dan menengah (IKM) di Banjar Ponjok Kelurahan Serangan Denpasar Selatan. ‎

Pelatihan pengembangan kerajinan kerang ini mulai Senin (5/3) sampai Senin (12/3) mendatang. Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., di sela-sela pelatihan menyebutkan, perajin kerang hanya ada di Kelurahan Serangan dan satu-satunya di Bali. Maka dari itu, Pemkot Denpasar terus memberikan pembinaan, sehingga limbah kerang yang ada di seputaran dan lingkungan Serangan dapat dimanfaatkan dengan benar. Kerang yang banyak terdapat di pesisi pantai Serangan ini bukan kerang hidup. Tapi kulit kerang yang sudah menjadi sampah. Untuk itu dapat diolah berbagai kerajinan yang bernilai seni tinggi sehingga hasil pengembangan menjadi kerajinan dijual dengan harga yang tinggi.

”Di sinilah peran kami memberikan pembinaan. Manfaatkan limbah menjadi barang seni tinggi. Dengan memberikan sentuhan desain dan motif yang sangat menarik, sehingga aneka kerajinan diminati konsumen. Peminatnya bukan hanya masyarakat lokal, melainkan sampai mancanegara,” tandasnya.

Menurut Wayan Gatra, ‎kerang merupakan salah satu limbah hasil laut yang dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai produk kerajinan, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya. Kerajinan kerang yang ada di Bali, hanya ada satu-satunya di Serangan. Karena itulah, Pemkot Denpasar terus melakukan pembinaan dengan pelatihan kerang.

Dengan pelatihan kerang ini, diharapkan para IKM/perajin kerang ini termotivasi supaya kreatif dan inovatif. Dalam rangka membuat desain-desain kerajinan kerang ini, sehingga mereka ke depannya lebih mudah untuk menjualnya. Sasaran hasil kerajinan kerang ini untuk masyarakat Bali sendiri. Di antaranya diolah menjadi kerajinan sokasi unik dan kuat untuk tempat sesajen. Bahkan dibuat dengan ukuran kecil dan diminati konsumen domestik dan asing sebagai suvenir. ”Kami berupaya pelatihan ini dan dengan mendatangkan instruktur supaya kerajinan kerang lebih inovatif dan kreatif,” kata Wayan Gatra. (sta)