Buleleng Raih Bali Otonomi Award 2017 Kategori Pelayanan Kesehatan

39
Penghargaan diserahkan langsung oleh Justin M. Herman kepada Bupati Agus Suradnyana di Arjuna Ballroom, Hotel San Quest Denpasar. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Kabupaten Buleleng kembali meraih penghargaan berkat prestasi yang diraih. Kabupaten di ujung utara Pulau Bali di bawah kepemimpinan Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG pada Selasa (27/2) lalu  meraih Bali Otonomi Award 2017 kategori pelayanan kesehatan dari Bali Institute of Pro Otonomi (BIPro).

Penghargaan ini diraih berkat keberanian membangun dua RS Pratama dan merupakan satu-satunya Kabupaten di Bali yang memiliki dua RS Pratama serta layanan kegawatdaruratan Buleleng Emergency Service (BES) sebagai salah satu inovasi pelayanan kepada masyarakat.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Justin M. Herman kepada Bupati Agus Suradnyana di Arjuna Ballroom, Hotel San Quest, Denpasar.

Ditemui usai menerima penghargaan, Bupati Agus Suradnyana menjelaskan, dengan geografis Kabupaten Buleleng yang begitu luas menjadi latar belakang dirinya mempunyai ide untuk membentuk BES. Selain itu, masalah aksesibilitas dan juga penyebaran tenaga medis menjadi kendala sehingga BES dapat mempermudah akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna. “Permasalahan aksesibilitas itu harus kami retas dengan membuat BES ini dan meningkatkan pelayanan kesehatan lainnya,” jelasnya.

BES ini diperkuat dengan 24 armada ambulance berbasis online. Hal ini memudahkan untuk dapat dipakai masyarakat. Dari masuk ambulance masyarakat sudah tahu tujuannya ke mana dan akan dibawa ke mana. Berbasis online di sini juga berarti BES mengetahui jumlah kecukupan kamar di masing-masing rumah sakit sehingga ambulance sudah bisa mengarahkan pasien kemana harus dibawa. “BES ini sangat memudahkan masyarakat pada sisi aksesibilitas pelayanan kesehatan ke masyarakat,” ungkap Bupati Agus Suradnyana.

Ke depan, menurut Agus Suradnyana, Buleleng akan memperkuat pelayanan masyarakat secara bertahap berupa peningkatan status puskesmas, penambahan jumlah dokter, penambahan jumlah alat kesehatan yang cukup mumpuni. Kalau hal tersebut sudah bisa dilakukan, jumlah layanan BES ini bisa berkurang karena penguatannya dilakukan pada sisi mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. “Kami akan berupaya semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga nantinya pelayanan BES bisa berkurang karena pelayanan kesehatan paripurna sudah bisa cepat didapatkan oleh masyarakat,” ujarnya. (ira)