Sikapi Dana ”Idle”, LPD Buat Terobosan Kredit

23
LPD – Masyarakat yang memanfaatkan jasa layanan LPD. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) berpeluang menghadapi risiko kelebihan dana (idle). Ketua BKS LPD Provinsi Bali, Nyoman Cendikiawan, Jumat ( 2/3) mengatakan, untuk menekan beban biaya dana LPD buat terobosan kredit.

Ia mengungkapkan, kepercayaan krama Bali untuk menyimpan dana di LPD makin meningkat. Ini dibuktikan dengan likuiditas LPD Bali cukup tinggi dan hampir menyentuh 30 persen. Dengan likuiditas tinggi, LPD siap melayani nasabah. Terutama bagi masyarakat yang akan menarik tabungan dan deposito. LPD sangat siap melayani penarikan dana karena penyiapan likuiditas yang tinggi.

Dipaparkannya, tingginya animo masyarakat dalam penempatan dana harus disikapi pengurus LPD. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan penyaluran kredit.

Cendikiawan mengakui perekonomian yang relatif melambat tentu disikapi dengan membuat terobosan program kredit. Misalnya kredit arisan, kredit panca yadnya, kredit mupu, kredit ngaben, dan lainnya.

Pengoptimalan penyaluran kredit dimaksudkan agar fungsi intermediasi LPD tetap berjalan, dengan menyalurkan setidaknya 80 persen dana pihak ketiga (DPK) untuk dikembalikan dalam bentuk kredit. (kup)