”Recovery” Pariwisata Bali pun Perlu Dukungan Dubes

25
kupTOUR - Para duta besar mengikuti kegiatan Diplomatic Tour Ambassador’s Outing to Bali, di antaranya melihat kondisi Karangasem secara langsung.

Pariwisata Bali perlu dukungan para duta besar negara sahabat  dalam ikut mempromosikan pariwisata Bali pascaerupsi Gunung Agung. Sejauh mana para duta besar melalui Diplomatic Tour Ambassador’s Outing to Bali mampu memberikan kontribusi pemulihan pariwisata Bali?

PESERTA Diplomatic Tour Ambassador’s Outing to Bali meliputi 100 delegasi. Ini terdiri atas 60 embassy dari 38 negara dan 4 institusi internasional.
Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali, IB Surakusuma mengatakan kegiatan Diplomatic Tour Ambassador’s Outing to Bali dilaksanakan tentunya atas dasar adanya kepastian terkait makin kondusifnya Gunung Agung. Ini termasuk berkoordinasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait keamanan para delegasi melihat kondisi kawasan Karangasem pascaerupsi Gunung Agung.
Ia menjelaskan, delegasi termasuk para duta besar ini mengikuti serangkaian acara di Bali diharapkan dapat merekomendasikan Bali sebagai tujuan wisata yang aman. Melalui Diplomatic Tour Ambassador’s Outing to Bali, pariwisata Bali ingin memperlihatkan bahwa Bali dan kawasan ini sangat aman dan siap untuk dikunjungi wisatawan.
Dipaparkannya, duta besar sebagai wakil negaranya di Indonesia. Di Bali mereka langsung melakukan kunjungan ke daerah yang diindentifikasikan terdampak kondisi Gunung Agung. Para delegasi ini bisa menilai sendiri dan meneruskan informasi tentang kondisi nyata di Bali ke negaranya.
Pria yang akrab disapa IB Lolec ini melihat kegiatan Diplomatic Tour Ambassador’s Outing to Bali diselenggarakan untuk mendukung program Bali Recovery yang digagas oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Provinsi Bali, dan Bali Tourism Board. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan secara langsung situasi pariwisata di tengah-tengah peristiwa erupsi Gunung Agung. (kup)