Amlapura (Bisnis Bali) – Pemkab Karangasem belum menyediakan fasilitas di objek daya tarik wisata (ODTW) Besakih, tetapi sudah memungut retribusi. Pemkab belum menyediakan fasilitas penting, seperti toilet, dan baru menyediakan lapangan parkir.

Pemkab belum menyediakan fasilitas seperti toilet, dipertanyakan Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi, pada rapat kerja dengan eksekutif, Jumat (2/3) kemarin di DPRD Karangasem.  Menurut Sumardi, toilet yang berstandar internasional, misalnya dalam kebersihan, mutlak disediakan di Besakih. ‘’Ke depan dengan gencarnya pemulihan ekonomi dan kunjungan pariwisata ke Karangasem, kita berharap kunjungan kian banyak atau kunjungan pulih seperti dulu. Namun, kesiapan kita menyambut wisatawan dengan penyediaan fasilitas, seperti ketersediaan toilet yang layak, kebersihan, kenyamanan dan keramahtamahan pelayanan harus dilakukan,’’ tegas Sumardi.

Sumardi mengatakan, satu toilet yang ada saat ini milik pemerintah yakni di satu lokasi milik Pemprov Bali. Itu pun kondisinya sangat tidak layak. Selain kotor, airnya kerap tak ada. Kondisi fasilitas untuk kenyamanan wisatawan berkunjung ke Besakih, seperti tidak adanya toilet disampaikan juga anggota DPRD asal Besakih, Nyoman Ada. Menurutnya, selama ini wisatawan jika memerlukan toilet terpaksa ke toilet milik warga di Besakih yang disewakan untuk pengunjung. ‘’Pemkab Karangasem baru menyediakan fasilitas lapangan parkir. Retribusi parkir memang sudah dipungut Pemkab Karangasem,’’ kata Ada.

Anggota Dewan lainnya, Nengah Sudarsa mengatakan, cukup beruntung di Besakih ada warga yang menyewakan toiletnya untuk pengunjung, pada saat Pemkab Karangasem belum mampu menyediakan toilet yang bertaraf layak untuk wisatawan asing. ‘’Pemkab belum menyediakan toilet yang layak, menyewa ke milik penduduk juga tak ada,’’ kata Sudarsa yang mantan Sekda Karangasem itu. (bud)