Jelang ’’Melasti’’, Penjualan Kebaya secara ’’Online” Digenjot

48

Denpasar (Bisnis Bali) – Masyarakat di Bali, terutama kaum remaja, baik  putra maupun putri kini sudah makin familiar berbelanja lewat e-commerce. Kepraktisan dan macetnya lalu lintas menjadi alasan berkembangnya belanja melalui online dan menjadi gaya hidup remaja saat ini. Untuk itu, sebagian besar pebisnis kebaya kian gencar memasarkan produknya via online jelang Hari Raya Nyepi, khususnya menjelang upacara Melasti yang akan datang ini.

Menurut Riska, salah seorang pebisnis kebaya secara online, Jumat (2/3) di Denpasar, pihaknya memilih penjualan kebaya eksklusif melalui e-commerce karena bisa menjangkau seluruh wilayah dengan menerapkan pelayanan cepat, aman, dan terpercaya.

“Teknologi komunikasi dan informasi telah mendekatkan produsen dan konsumen serta membuat waktu semakin efisien dan efektif,” katanya.

Pihaknya melihat gaya hidup masyarakat yang makin familiar dengan gadget, jelas akan semakin mendorong penjualannya secara online ini. ‘’Rata-rata kami mampu menjual puluhan pcs per hari aneka varian kebaya,’’ jelasnya.

Seluruh produknya dijamin berkualitas dan harga bersaing dengan yang konvensional dan konsumen diberi kesempatan menukar barang dengan batasan 24 jam setelah penerimaan, jika ternyata tidak suka dengan warna atau model kebaya yang dikirim.

Hal senada diungkapkan Ratnawati, salah seorang pemilik butik kebaya lainnya. “Selain kami mengandalkan penjualan secara konvensional, kami juga andalkan penjualan secara online,” ujarnya. (aya)