Genjot Pendapatan Asli Daerah BKD Buleleng Selenggarakan Gebyar Penyampaian SPPT PBB-P2 2018

24
Gebyar Penyampaian SPPT PBB-P2 dan Pola Panutan Pembayaran PBB P2 tahun 2018 ini diselenggarakan di Gedung Wanita Laksmi Graha.  (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sumber PAD adalah Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB P2). Badan Keuangan Daerah (BKD) melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai target PBB P2. Salah satunya Gerakan Membayar (Gebyar) Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2 tahun 2018.

Gebyar Penyampaian SPPT PBB-P2 dan Pola Panutan Pembayaran PBB P2 tahun 2018 ini diselenggarakan di Gedung Wanita Laksmi Graha belum lama ini. Kegiatan ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Asisten bidang Administrasi Umum Setkab Buleleng, Drs. Ketut Asta Semadi, M.M. mewakili Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST.

Kepala BKD Kabupaten Buleleng, Bimantara, S.E. menjelaskan gebyar ini diselenggarakan, selain untuk menggejot PAD, juga menggugah kesadaran masyarakat untuk membayar PBB-P2. Dengan gebyar ini, kesadaran makin meningkat, terbukti dengan peningkatan terbitnya SPPT sejumlah 6.856 lembar. Gebyar ini pun telah dilakukan selama 12 hari.

 “Kami telah menyelenggarakan gebyar ini selama 12 hari. Dari gebyar tersebut, telah dipungut PBB-P2 sebesar Rp 3 miliar lebih. Mudah-mudahan target PAD damri PBB-P2 tahun 2018 sebesar Rp 28 miliar bisa terpenuhi dengan adanya gebyar ini,” jelasnya.

Mengenai potensi wajib pajak, Bimantara mengungkapkan ada 238.033 lembar SPPT yang diterbitkan senilai Rp. 21.438.934.728. Realisasi pemungutan dan pendaftaran atas tanah nantinya akan menjadi parameter apakah ada potensi wajib pajak yang tercecer atau tidak. Oleh karena itu, BKD bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Makanya kami bekerja sama dengan BPN agar mutasi-mutasi sertifikat tanah bisa kami input segera,” ungkapnya. (ira)