Pariwisata Bali harus Perhatikan Ketersediaan Air

31
PERTANIAN – Pengembangan sektor pertanian guna memenuhi kebutuhan pariwisata Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Keberlangsungan sektor pariwisata Bali, salah satunya harus ditunjang dengan ketersediaan air. Pariwisata harus ikut peduli ketersediaan air melalui program penghijauan.

Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Kamis (1/3) mengatakan, ketersediaan air di Bali tidak hanya untuk kepentingan masyarakat. Air ini juga digunakan untuk kepentingan sektor pariwisata.

Ia menjelaskan, sebagai kawasan agraris air sungai juga dimanfaatkan untuk pengairan areal pertanian. Hanya saja penggarapan areal pertanian belum digarap secara optimal.

Dipaparkannya, masih banyak tanah masyarakat atau tanah pemerintah yang kosong. Ini dikarenakan, jumlah masyarakat yang menjadi petani sudah makin berkurang.

Lebih lanjut dikatakannya, pada dasarnya sumber air untuk sektor pertanian sangat melimpah. Hanya saja air banyak terbuang karena tidak ada sumber peresapan.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian harus dilakukan menggunakan teknologi. Hal ini untuk menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas.

Untuk menjaga keberlangsung sektor pertanian diperlukan sumber air yang cukup. Sektor pariwisata di Bali memiliki peran mengantisipasi pelemahan budaya pertanian, dengan penyediaan tanaman yang menjadi sumber resapan air agar tidak banyak terbuang percuma.

Konsul Kehormatan Afrika Selatan ini mengkalkulasi 1 kamar hotel membutuhkan 1 meter kubik per hari. Jika diperhitungkan dalam satu tahun 1 kamar hotel membutuhkan  365 meter kubik air. (kup)