Cegah Penyakit Radang Otak Jepang Menkes Canangkan Imunisasi JE di Tabanan

94
Menteri Nila dan Bupati Eka juga sempat meninjau pemberian imunisasi bagi para siswa yang berlangsung di dalah satu ruang kelas. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek mencanangkan Imunisasi Japanese Encephalitis (JE),  merupakan kegiatan introduksi imunisasi untuk pencegahan penyakit radang otak dengan meningkatkan kekebalan spesifik individu terhadap virus JE. Terkait itu, Kabupaten Tabanan dipilih sebagai lokasi pertama penerapan program tersebut.

“Hari ini kami akan canangkan dimulainya kampanye Imunisasi Japanese Encephalitis di seluruh Provinsi Bali. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua bulan penuh dengan sasarannya adalah anak berusia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun,” tutur Nila Farid  di sela-sela pencangaan imunisasi JE di SMP Negeri 1 Tabanan, Kamis (1/3).

Ia menerangkan, tahun ini introduksi imunisasi JE akan dimulai di provinsi Bali. Kegiatan introduksi ini didahului dengan Kampanye Imunisasi JE yakni upaya pemberian imunisasi JE secara massal pada Maret sampai dengan April 2018, termasuk sweeping. Kegiatan sweeping dilakukan untuk menjangkau sasaran yang belum diberikan imunisasi karena sakit, sedang bepergian, orang tua yang sibuk, atau tidak mengetahui mengenai adanya kampanye imunisasi JE maupun alasan Iainnya.

“Sebagai bagian dari catch up campaign di daerah endemis JE di Indonesia, imunisasi JE diberikan pada seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Untuk selanjutnya, imunisasi JE akan masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin di Bali dan diberikan pada anak usia 10 bulan,” ujarnya.

Jelas Nila Farid, pencanangan imunisasi JE dilaksanakan dengan tujuan untuk mengendalikan penyakit JE di daerah berisiko JE. Secara khusus, diharapkan introduksi imunisasi JE mampu menurunkan angka kasus AES dan menurunkan angka kesakitan akibat penyakit JE. Katanya, pelayanan imunisasi dilakukan di pos pelayanan imunisasi yang telah ditentukan, antara lain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat dan SMPLB, Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Kesehatan yang telah mempercayakan Kabupaten Tabanan sebagai tempat pencanangan imunisasi dan pengenalan penyakit JE sekaligus lokasi pilot project di Indonesia. (man)