Tingkatkan Layanan, Pasar Cina mesti Ditata

19
Wisatawan Cina yang berlibur ke Bali.  (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pasar Cina merupakan salah satu pasar terbesar penopang pariwisata Bali. Ketua DPD ASITA Bali, Ketut Ardana Rabu (28/2) mengatakan pasar Cina ini mesti ditata sehingga pelaku pariwisata bisa  memberikan layanan yang optimal.

Diungkapkannya, market Cina ini mulai dari level bawah sampai level atas. Walaupun digolongkan miss tourism banyak wisatawan Cina yang menginap di hotel bintang lima.
Ia menjelaskan banyak hotel bintang  seperti di Nusa Dua yang menggarap pasar Cina. ” Kita tidak boleh menyamakan wisatawan Cina sebagai mass tourism,” ucapnya.

Dipaparkannya, saat ini market Cina ini mesti ditata.  Untuk menata pasar Cina ini dibutuhkan kekompakan seluruh komponen pariwisata.
Lebih lanjut dikatakannya, penataan pasar Cina ini agar pariwisata Bali tidak dijual murahan. Wisatawan Cina ini pada dasarnya mampu membeli paket tour sebagaimana pasar yang lain.

Menurutnya, rusaknya tatanan pasar Cina ini diakibat persaingan tidak sehat dengan adanya istilah zero tour fee dan praktik jual beli kepala. Pelaku pariwisata perlu membuat standar harga sehingga paket tour di pasar Cina tidak di jual murah.

Penggarapan pasar Cina ini juga untuk meningkatkan pendapatan Bali dari sektor pariwisata. Ini tentunya tarif paket tour dan produk wisata di pasar Cina dimana harga dasar ditambah profit.

Ketut Ardana meyakinkan ke depan diharapkan praktik pemotongan harga produk wisata untuk pasar Cina tidak terjadi lagi. Sistem dan tatanan harga di pasar Cina semuanya bisa diperbaiki.  (kup)