BUDI DAYA kambing etawa sangat prospektif dan memberikan keuntungan berlipat ganda bagi peternak. Selain mendapatkan hasil berupa susu, daging dan anak kambing, peternak juga mendapat keuntungan dari kotoran kambing yang bisa diolah menjadi pupuk yang memiliki kualitas tinggi dan biogas.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Sepang, Kecamatan Busung Biu, Kabupaten Buleleng, Wayan Wardana memaparkan, dengan memelihara 40 ekor kambing etawa, setiap bulannya bisa menghasilkan tiga ton pupuk kandang dan bio urine per ekor menghasilkan satu liter per hari.

Pupuk kandang dijual Rp 2.000 per kilogram dan per liter bio urine  juga dijual Rp 2.000. Dengan demikian, dari pupuk kandang saja per bulan bisa diperoleh pendapat Rp 6 juta. Sementara dari bio urine diperoleh Rp 2,4 juta.

Untuk membuat pupuk kotoran kambing setiap dua hari sekali harus dikumpulkan, agar tidak membatu. Kemudian difermentasi selama satu minggu. Setelan itu pupuk kotoran kambing siap untuk dikemas dan dipasarkan. Begitu pula dengan urine kambing, akan difermentasi selama satu minggu dan siap untuk dipasarkan. (pur)