Bank Sasar Ekonomi Kreatif dan Infrastruktur ”Online” Terintegrasi

2004

Mangupura (Bisnis Bali) – Perbankan diharapkan makin banyak menyentuh sektor usaha kerakyatan mulai pertanian, maritim, hingga ekonomi kreatif. Tidak hanya itu, sebagai upaya mendukung pertumbuhan kredit dan digitalisasi perbankan 2018 perlu adanya sistem pembayaran dengan infrastrukstur yang kuat.

Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Finansial dan Moneter, IB Kade Perdana, Rabu (28/2) mengatakan, kebijakan pemerintah dalam upaya memajukan sektor kemaritiman dan pertanian perlu mendapat dukungan perbankan, salah satunya dalam hal pemberian kredit sehingga sektor pertanian dan kemaritiman tidak lagi dipandang dianaktirikan.

“Perbankan sebaiknya juga makin memperbanyak bertumbuhnya  sektor ekonomi kreatif sehingga kredit bank bisa masuk membiayainya,” katanya.

Peningkatan sektor ekonomi kreatif sangat diperlukan karena ekonomi kreatif masyarakat sangat banyak dan penuh inovasi. Ekonomi kreatif perlu mendapat sentuhan kredit perbankan  agar bisa menjadi kuat dan mendorong daya saing terutama menghadapi MEA perbankan 2020 mendatang.

Tak hanya itu, bank juga perlu lebih menitikberatkan pada sistem pembayaran yang kuat dari infrastruktur dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keamanan bertransaksi di era globalisasi.

“Untuk menghadapi itu, yang diperlukan adalah sistem pembayaran yang terintegrasi. Tantangan untuk mewujudkan itu tidaklah mudah, di antaranya penyiapan infrastruktur online yang tepat waktu (real time online) yang terintegrasi saat ini standardisasi belumlah ada,” katanya. (dik)