RAT KSU SIDI Anggota Koperasi,Tentukan Maju dan Mundurnya Unit Pertokoan

32
Ketua KSU SIDI menyerahkan sumbangan kepada Yayasan Pembangunan Sanur untuk dipergunakan membangun Sanur (sta)

Denpasar (Bisnis Bali)- Anggota militan sangat diperlukan dalam pengelolaan koperasi unit pertokoan. Pasalnya, barang yang ada di koperasi belum tentu sama dengan barang yang ada di unit pertokoan milik perusahan besar.

Pasalnya, kendala utama selama ini koperasi masih sangat sulit tembus langsung membeli barang ke pabrik. Masih bermain di tataran distributor atau agen. Maka itu, selain produk terbatas, harga juga sedikit lebih mahal dibanding barang yang datang dari pabrik. Namun demikian, maju dan mundurnya unit usaha perdagangan di samping karena sumber daya manusia (SDM) pengelola, juga diperlukan anggota yang militan.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.M., yang didampingi ‎Ketua Pengurus KSU SIDI, I Wayan Mudana, S.E., disela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSU SIDI baru-baru ini di Gedung Madu Sedana, Sanur. RAT dihadiri Perbekel Desa Sanur Kauh, Perbekel Sanur Kaja, Bendesa Adat Intaran, Bendesa Adat Sanur dan Penyaringan, Kelian Banjar seluruh Sanur, Dekopinda Kota Denpasar, Yayasan Pembangunan Sanur, Pengurus dan Pengawas KSU SIDI serta perwakilan anggota sebanyak 100 orang.

Menurut  Suryadarma Sena, perkembangan unit usaha pertokoan semestinya mendapat dukungan penuh dari anggota koperasi. Apalagi KSU SIDI yang memiliki anggota sebanyak 4.800 orang sangat potensial menjadi koperasi yang besar. Namun demikian, keberhasilan sejati koperasi bukan diukur dari aset dan inventarisasi yang mahal. Namun bagaimana KSU mampu memberikan dampak positif pada anggota. Anggota koperasi mendapat kemudahan, kemudahan, serta pelayanan yang prima.

”Kami harapkan KSU SIDI dapat melayani anggota yang sebanyak 4.800 ini dengan baik. Mampu memberikan kemudahan sehingga anggota merasa diuntungkan. Dan banyak lainnya yang intinya memberi dampak mengembangkan tingkat kesejahteraan anggota,” kata Erwin sambil mengapresiasi KSU SIDI mampu mempekerjakan sebanyak 43 karyawan. Itu artinya turut mensukseskan program pemerintah mengurangi pengangguran.

Sementara itu, Wayan Mudana menjelaskan KSU SIDI memiliki jenis usaha perdagangan kebutuhan pokok dan 15 unit usaha otonom yang bergerak usaha simpan pinjam (UUO-SP). ‎

”Sekarang ini RAT Unit Pertokoan, sampai akhir 2017, aset sebanyak Rp 6 miliar lebih. Modal sendiri Rp 3,7 miliar lebih, SHU bersih sebanyak Rp 230,4 juta lebih, naik sebanyak Rp 17,5 juta lebih dibandingkan SHU tahun sebelumnya. Jumlah karyawan sebanyak 43 orang,” tegasnya sambil mengakui RAT itu sangat penting dan diatur dalam perundang-undangan koperasi sebagai pertanggungjawaban pengurus selaku pengelola kepada anggota selaku pemilik koperasi. (sta)‎