Gianyar (Bisnis Bali) –  Aksesori wanita seperti perak produk Bali hingga kini cukup diminati konsumen, terutama di luar negeri. Hal itu diungkapkan Made Suteja, salah seorang perajin perak di Celuk, Sukawati, Gianyar, Selasa (27/2).

‘’Permintaan beragam aksesori perak, yakni mulai cincin, kalung, gelang hingga bros ini tergolong masih cukup tinggi oleh rekanan kami di luar negeri seperti dari Singapura dan Hongkong,” ujarnya.

Lanjutnya, rata-rata pihaknya mengirim ribuan pcs aksesori perak untuk sekali kirim.

“Aksesori berbahan perak produk Bali ini cukup diminati pasar, karena tampilannya lebih mewah, yakni tekstur, motif maupun ukirannya yang memang indah terlihat dengan jelas,” ungkapnya.

Katanya, perhiasan perak hingga kini tetap dipilih sebagian konsumen, selain perhiasan emas. Kendati nilai investasinya tak seprospek emas, tapi untuk jangka panjang berbagai perhiasan perak cukup awet digunakan. ‘’Perawatan yang tak sulit, juga desain dan motif yang makin bersaing dengan perhiasan emas menjadikan aksesori perak tetap dipilih,’’ imbuhnya.

Apalagi, motif-motif tradisional Bali seperti, barong, rangda dan lainnya bisa makin diangkat kepermukaan. Termasuk motif dengan nilai-nilai tradisi lainnya yang diyakini menggugah minat beli pasar mancanegara.

Dari data BPS Bali, Singapura menjadi pasar terbesar perhiasan dari Bali.

“Pasaran Singapura menyerap paling banyak aneka jenis perhiasan atau permata yang diekspor dari Bali yakni mencapai 30,96 persen dari total nilai ekspor sebesar 5,299 juta dolar AS selama Desember 2017,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho. (aya)