KEBANYAKAN masyarakat enggan meminum susu kambing, karena beranggapan susu kambing amis. Nutrisi susu kambing jauh lebih baik dari susu sapi. Ni Nyoman Mawini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Mekar, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu,  Kabupaten Buleleng, memaparkan susu kambing menjadi amis bila proses pemerahan salah.

“Banyak masyarakat kapok minum susu kambing, karena aromanya sangat amis. Sebenarnya kalau proses pemerahan susu kambing benar, susu tidak akan amis,” terangnya.

Memerah susu kambing diakui gampang-gampang susah, banyak hal yang harus diperhatikan petani ternak terutama kehegienisan saat proses pemerahan.

Memerah susu sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari, itu adalah waktu terbaik. Bila petani ternak melakukan pemerahan di luar waktu tersebut, biasanya kambing akan menjadi stres dan susu bisa berhenti keluar. “Saat memerah susu, harus menggunakan sarung tangan karet. Kemudian puting kambing dibersihkan dengan air dan dilap,” terangnya.

Botol yang digunakan sebaiknya yang memiliki mulut kecil dan bersih, karena susu kambing sangat peka terhadap bau sekitar. “Susu kambing bisa menyerap bau di sekitarnya. Jadi saat memerah susu tidak boleh ada orang merokok di sekitarnya ataupun asap pembakaran lainnya,” tuturnya. (pur)