Denpasar (Bisnis Bali) – Seiring pesatnya teknologi, kebutuhan informasi posisi keberadaan nelayan saat melaut sangatlah tinggi. Di era informasi ini data dibutuhkan dengan sangat cepat dan bisa diakses dari mana saja. Informasi juga membutuhkan sebuah teknologi agar menjadi cepat, terpusat dan terpadu.

Guna menyongsong Denpasar Smart City, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar mengeluarkan suatu terobosan terbaru yaitu “Simade” (Sistem Pemantauan Krama Bendega).

Belum lama ini telah uji coba Simade dilakukan di dua tempat, tepatnya di Controlroom Damayaya Kominfo dan start chip dicoba di 3 titik yaitu dari Sanur dengan trip Nusa Penida, Serangan hingga Uluwatu. Uji coba dihadiri waktu itu, oleh Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Ir. AA G Bayu Brahmasta selaku Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar. Dalam acara tersebut juga di dampingi oleh I Dewa Made Agung selaku Kepala Dinas Kominfo, dan juga PPTK DPKP, PPK DPKP, dan tim teknis chip.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ir. AAG Bayu Brahmasta, M.Ma., belum lama ini, cara kerja sistem ini adalah dengan memasang chip pada life jaket nelayan yang digunakan saat melaut. Dengan begitu, operator dapat mengetahui keberadaan nelayan saat melaut dengan melacak chip jacket trackers. Operator berada di Controlroom Damayaya Kominfo dengan menampilkan posisi saat ini secara real time maupun riwayat perjalanan chip.

”Maksud kegiatan ini adalah untuk membangun sistem pelacakan nelayan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Sistem yang dibangun berbasis website yang bisa diakses oleh aparatur sebagai admin secara online, serta tujuan akhir dari sistem ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak terkait untuk meningkatkan tingkat keselamatan nelayan pada saat pergi melaut,” katanya.

Ia menambahkan, calon penerima manfaat dari Kegiatan Pengembangan Sarana Prasarana Pengawasan Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Pengembangan Sistem Informasi Pelacakan Nelayan berbasis Website)  adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang ada di Kota Denpasar (20 KUB). ‎Pengembangan sistem informasi pelacakan nelayan berbasis website ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik di lingkungan Pemkot Denpasar. Pelayanan dan peningkatan rasa aman bagi nelayan karena lokasi keberadaannya terpantau oleh sistem informasi pelacakan nelayan ini. Kemudahan aparatur untuk dengan segera mengambil tindakan penyelamatan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh nelayan. (ad 0.244)