Nihil, Perusahaan di Bali Gelar Penawaran Umum

35

Mangupura (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan belum ada alias nihil perusahaan di Bali yang mendaftar untuk melakukan penawaran umum efek bersifat utang dan sukuk, padahal perusahaan berpeluang melantai di bursa saham untuk mendapatkan modal jangka panjang dan permanen dengan biaya rendah.

“Perusahaan maupun pemerintah daerah belum ada yang memanfaatkan kemudahan untuk melakukan penawaran umum melalui OJK di daerah. Mungkin juga mereka tidak bisa memenuhi persyaratannya,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Hizbullah di Nusa Dua, Senin (26/2) kemarin.

Ia mengatakan, OJK pada 2018 ini akan terus meningkatkan peran pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha, yaitu dengan mengeluarkan kebijakan penyederhanaan persyaratan dokumen dan alur proses bagi perusahaan dalam penyampaian pernyataan pendaftaran penawaran umum.

“Harapan kami ada perusahaan di Bali yang mau melakukan initial public offering (IPO) atau terdaftar di bursa,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan di Bali berpeluang melantai di bursa saham. Dengan melantai di pasar modal akan memudahkan pelaku usaha mendapatkan modal lebih permanen. Terkait mekanisme, OJK di daerah kini bisa menerima pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum bagi pelaku usaha maupun pemerintah daerah di Bali yang ingin mendapatkan sumber dana melalui pasar modal. Itu seiring kebijakan OJK pusat yang memberikan kemudahan dalam penawaran umum apakah itu saham, obligasi dan produk lain bisa dimasukkan ke OJK di daerah regional

Dengan pendaftaran di daerah, pihaknya berharap pasar modal menjadi salah satu sumber pendanaan bukan lagi alternatif untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Sementara itu Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar mencatat hingga saat ini baru ada tiga perusahaan daerah dari Bali yang sudah melantai di bursa saham. Perusahaan yang sudah melantai di bursa saham yakni PT Bali Towerindo Sentra Tbk, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, dan PT Island Concepts Indonesia Tbk.

Kepala Kantor BEI Denpasar, Agus Andiyasa mengatakan, hingga akhir 2017 belum ada penambahan lagi atau masih tiga perusahaan asal Bali yang go publik, walaupun sepanjang tahun terdapat beberapa perusahaan lainya yang tertarik untuk go public dengan melakukan penawaran saham perdana atau IPO. (dik)