Modal Kuat, Tentukan BMPK BPR

25
BPR – Layanan transaksi di salah satu BPR yang ada di Bali. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Menambah modal keuntungannya tentu akan bisa memberikan peluang kepada BPR dalam memaksimalkan operasionalnya. Dalam operasional BPR, bisa ditentukan batas maksimum pemberian kredit (BMPK).

Humas DPD Perbarindo Bali, Ketut Wardana, Senin (26/2) mengatakan, modal berkaitan besar dalam operasional penyaluran kredit. BMPK ini akan memberikan batas menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Ia mencontohkan penyaluran kredit secara perorangan. Penentuan BMPK ini diperhitungkan 20 persen dari modal inti yang dimiliki. Misalnya, modal inti BPR Rp 1 miliar. Berdasarkan perhitungan BMPK dari modal inti, BPR hanya bisa menyalurkan kredit maksimal 200 juta.

Dipaparkannya, contoh lain kalau BPR modal inti lebih kuat Rp 10 miliar. BMPK dari modal inti  20 persen maka BPR boleh menyalurkan kredit maksimal Rp 2 miliar.

Lebih lanjut dikatakannya, kebutuhan masyarakat makin meningkat. Masyarakat dan sektor UMKM yang menjadi nasabah BPR tentunya dibina dari kecil dan akan tumbuh menjadi besar.

Ia melihat, awalnya nasabah ini perlu modal cukup Rp 10 juta. Sekarang karena sudah dibina dengan bagus mereka butuh modal sampai Rp 500 juta. Menurutnya, ketika modal BPR hanya Rp 1 Miliar mereka hanya bisa menyalurkan kredit maksimal Rp 200 juta. “BPR dengan modal inti Rp 1 miliar tidak akan bisa melayani pinjaman di atas Rp 200 juta ,” katanya. (kup)