Kian Langka,­ Sejumlah Petani mulai Kembangkan Vanili

207

Singaraja (Bisnis Bali) – Siapa yang tidak mengenal vanili, tanaman yang memiliki julukan emas hijau ini keberadaannya kini sudah sangat langka. Padahal diketahui vanili merupakan salah satu hasil produksi pertanian yang buahnya memiliki nilai jual cukup tinggi di pasaran. Harga satu kilogram (kg) vanili basah mulai Rp 300.000, dan  harga akan makin tinggi apabila kualitas vanili makin baik. Bahkan vanili merupakan salah satu produk yang banyak dicari untuk penyedap rasa.

Di Kabupaten Buleleng sendiri, sejumlah petani mulai mengembangkan tanaman vanili, I Made Arnaja, dari Desa Tajun Kecamatan Kubutambahan Buleleng ini salah satunya. Sebagai petani modern, dirinya konsisten untuk mengembangkan tanaman vanili di kebun miliknya karena prospek pemasaran dari buah vanili ini cukup menjanjikan keuntungan.

Dikatakannya, ketertarikannya membudidayakan vanili berawal karena dipandang memiliki harapan ekonomi yang cukup cerah dengan melihat nilai jualnya yang cukup tinggi di pasaran. Meskipun diakuinya proses pemeliharaan tanaman rambat ini lebih rumit dibandingkan tanaman lainnya, namun dirinya berkomitmen membudidayakan tanaman vanili harus mempunyai trik dengan pola penanaman yang baik dan benar. “Membudidayakan vanili  karena melihat jumlah orang yang membudidayakan juga masih sedikit, harganya juga mahal,” ungkapnya. (ira)