Dari Sosial hingga Fasilitasi UMKM Kota Denpasar Miliki Empat ‘Rumah’ Yang Menginspirasi

71

Denpasar (Bisnis Bali) – Pegangan visi dan misi Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan menjadi inspirasi dalam setiap lini pembangunan Denpasar. Dengan slogan “Kota Ku Rumah Ku” menjadi balutan di tiap luncuran program Wali Kota, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakilnya, IGN Jaya Negara secara berkesinambungan terus berupaya memaksimalkan pembangunan dari tingkat lingkungan masyarakat. Kini, di usianya yang ke-230 tahun, Kota Denpasar memiliki empat ‘Rumah’ yang mampu menginspirasi sebagai wadah pemberdayaan dan kreativitas bagi seluruh masyarakat, bahkan masyarakat dengan kebutuhan khusus turut mendapat fasilitas secara maksimal.

Ada pun keempat wadah yang dikemas dengan istilah rumah tersebut bernama Rumah Berdaya, Rumah Kemasan, Rumah Pintar dan Rumah Belanja. Tentunya keseluruhan program bertujuan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Demikian disampaikan, Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Bagian Humas Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, pekan lalu.

Lebih lanjut dikatakan Hendar, Denpasar Design Center (DDC) milik Pemkot Denpasar di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar melalui Rumah Kemasan telah mampu memfasilitasi 4.460 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Jumlah tersebut dari tahun 2013 sampai saat ini dengan pelayanan konsultasi, e-commerce dan kemasan. Bahkan, dalam upaya memaksimalkan pemasaran dan promosi, DDC juga melayani UKM dan IKM dengan membuat Rumah Belanja.

“Meski telah dipromosikan secara online, namun juga terus mengarahkan para tamu hingga para turis untuk mengunjungi Rumah Belanja,’’ jelas Hendar.

Ada pun DDC memberikan pelayanan yakni kemasan, konsultasi, HKI, e-commerce, rumah belanja dan teknopark. Ruang lebih besar dan luas untuk membantu masyarakat Kota Denpasar. Maka mulai 2013 lalu sudah memfasilitasi 4.460 UKM-IKM dengan berbagai keperluan.

Sementara, dalam menunjang memaksimalnya Pendidikan di Kota Denpasar, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga turut mendirikan Rumah Pintar tahun 2010 silam. Tujuannya sebagai sarana untuk pembelajaran bagi siswa dan masyarakat yang peduli pendidikan berbasis Iptek. Selain itu memotivasi anak dan generasi muda untuk berkreasi serta sebagai ikon atau maskot Denpasar di bidang pendidikan.

“Rumah Pintar ini  diharapkan dapat dijadikan Co Working Space atau sebagai tempat kerja bersama antarpeneliti-peneliti muda. Pencapaian siswa sekolah dalam karya penelitian dan berhasil meraih medali tingkat Internasional menjadi kebanggan dan tidak disangka seluruh masyarakat,” papar Hendar.

Dijelaskannya, secara reguler menggelar berbagai program di bidang pemajuan pendidikan di Kota Denpasar. “Rumah Pintar sebagai pusat penelitian anak muda,  para pelajar hingga mahasiswa, yakni kegiatan pelaksanaannya  dilakukan dengan sistem kerja kelompok,” ungkapnya. (sta)