Pemkot Gelar Seminar Gandeng PT SMI Percepat Pembangunan Infrastruktur Kota Denpasar

47
Seminar bertajuk ‘'Peran Sarana Multi Infrastruktur Dalam Memperkuat Perekonomian Daerah’', di Gedung Wanita Santhi Graha, Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menggelar seminar bertajuk ‘‘Peran Sarana Multi Infrastruktur Dalam Memperkuat Perekonomian Daerah’’, di Gedung Wanita Santhi Graha, Denpasar belum lama ini.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR/MPR RI Komisi 11, Tutik Kusuma Wardhani, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, I Made Widra mewakili Plt. Wali Kota Denpasar, IGN. Jaya Negara, perwakilan seluruh OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta jajaran PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Plt. Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, I Made Widra mengatakan, PT SMI sangat berperan dalam memfasilitasi pembiayaan infrastruktur dan melakukan kegiatan pengembangan proyek serta melayani jasa konsultasi untuk proyek – proyek infrastruktur di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seiring dengan rencana pemerintah pusat untuk mentransformasi Perseroan menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI), sektor yang dapat dibiayai oleh Perseroan saat ini diperluas, tidak hanya pada sektor infrastruktur dasar tetapi juga telah merambah infrastruktur sosial.

Pemkot Denpasar menaruh harapan besar melalui diadakannya seminar ini dapat menghasilkan hal positif yang dapat menunjang pembangunan dan memfasilitasi pembiayaan infrastruktur melakukan kegiatan pengembangan proyek dan melayani jasa konsultasi untuk proyek- proyek infrastruktur di Kota Denpasar.

Sementara Anggota Fraksi 11 DPR/MPR RI, Tutik Kusuma Wardhani mengatakan, momentum dipertemukannnya jajaran OPD di lingkungan Pemkot Denpasar dengan PT SMI agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Saya di sini berperan sebagai fasilitator untuk mengawal program ini dan kami harapkan para peserta seminar dapat memberi masukan agar aspirasi masyarakat daerah dapat didengar,’’ ungkapnya.‎

Dikatakan lebih lanjut bahwa garis koordinasinya harus baik, bagaimana pemerintah daerah dapat bangkit sejalan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo agar pembangunan suatu daerah tidak semata-mata mengandalkan APBD namun diharapkan nantinya membangun daerah dengan melakukan terobosan yang mampu mensejahterakan masyarakat. “Di sinilah harus ada sinergi dan komitmen, dan Denpasar sudah melakukan itu,’’ tambahnya. (sta)