Hadapi Kendala Permodalan, Koperasi Diharapkan Manfaatkan Kurda

28
KURDA - Sosialisi penyaluran Kurda untuk memperkuat permodalan koperasi dan UMK. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Banyak koperasi yang belum bisa berkembang akibat kendala permodalan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar, Dewa Putu Mahayasa, di sela-sela Sosialisasi Dukungan Informasi Penguatan Permodalan Koperasi di Gedung PLUT-UMKM Kabupaten Gianyar, Selasa (13/2) mengajak koperasi yang kekurangan modal bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) yang menjadi bagian program pemerintah seperti di Kabupaten Gianyar.

Ia mengungkapkan, masyarakat tentunya sudah merasakan bersama manfaat keberadaan koperasi. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat banyak memberikan manfaat utamanya meningkatkan perekonomian.

Ia menjelaskan, perkembangan keadaan koperasi di Kabupaten Gianyar per Desember 2017 sebanyak 1.211 koperasi. Jumlah koperasi yang aktif 973 koperasi, jumlah koperasi tidak aktif 238 koperasi, jumlah koperasi yang dibubarkan 15 koperasi.

Dipaparkannya, koperasi memiliki peranan yang sangat strategis. Hal ini untuk memperkokoh landasan perekonomian kerakyatan, dalam menghadapi situasi ekonomi global yang kurang menguntungkan dewasa ini.

Lebih lanjut dikatakannya, gerakan koperasi untuk mengetahui informasi sumber-sumber penguatan permodalan. Gerakan koperasi lebih mudah dalam mengakses penguatan permodalan dan gerakan koperasi dapat mengatasi permasalahan yang sering dihadapi selama ini.

Dewa Putu Mahayasa menegaskan, Kurda akan menjadi solusi menyelesaikan masalah kekurangan modal usaha dan untuk menumbuhkan usaha koperasi serta pelaku usaha mikro kecil dan anggota koperasi.

Sebelumnya, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) BPR Werdhi Sedana, Nyoman Suparsa Widana mengatakan, untuk membantu sektor UMKM, PD BPR akan menyalurkan Kurda. (kup)