PPNSB Tingkatkan Indeks Kebahagiaan

42

PEMERINTAH Kabupaten Badung di bawah pimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa tidak pernah berhenti untuk bekerja dalam mensejahterakan masyarakat yang dipimpinnya. Dengan segala program yang diluncurkan, kata Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bukan berarti untuk memanjakan masyarakat.

“Ini bukan memanjakan, tapi mensejahterakan dan membahagiakan,” kata Giri Prasta yang dikenal dengan Bupati bares ini.

Memasuki usia dua tahun kepepimpinan Giri Prasta – Suiasa sejak dilantik 16 Februari 2016, lima program prioritas yang tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dapat dikmati secara penuh oleh masyarakat Badung. Lima program prioritas terbeut meliputi,  1) Bidang Sandang, Pangan dan Papan; 2) Kesehatan dan Pendidikan; 3) Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan; 4) Seni, Adat, Agama dan Budaya; dan 5) Pariwisata.

Bidang sandang, pangan dan papan, kepemimpinan Giri Prasta – Suiasa telah menelorkan terobosan mewujudkan lahan pertanian abadi, menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Juga melaksanakan program dengan melakukan peningkatan rumah sehat (bedah rumah). Tahun 2017 telah dibangun rumah sehat untuk rumah tangga sasaran (RTS) se-Kabupaten Badung. Peningkatan rumah sehat terbagi menjadi tiga  jenis, rehab total sebanyak 841 RTS dengan bantuan dana Rp 55 juta, peningkatan kualitas rehab sedang sebanyak 794 RTS dengan bantuan dana Rp 30 juta dan peningkatan kualitas rehab ringan sebanyak 1.190 RTS dengan bantuan dana Rp 15 juta. Bangunan rumah sehat terdiri dari, 2 kamar tidur, 1 ruang  tamu dan 1 kamar mandi/toilet.

Bidang kesehatan dan pendidikan.  diluncurkan sejumlah program. Di antaranya biaya sekolah gratis tingkat SD dan SMP, pemberian laptop gratis kepada siswa SD kelas V dan VI, pemberian seragam gratis untuk siswa baru tahun ajaran 2017/2018. Bahkan, Bupati Giri Prasta sedang mengkaji memberikan beasiswa kepada siswa berpretasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dengan pendidikan gratis tersebut, tidak ada pungutan sepeser pun yang dibebankan kepada siswa/orangtua siswa. Sementara itu, bidang kesehatan, pemerintah telah meluncurkan program Tri Kona yaitu lahir, hidup, mati ditanggung pemerintah, lahir juga langsung mendapatkan akte kelahiran gratis. Biaya kesehatan telah ditanggung penuh melalui program Krama Badung Sehat (KBS). Selain itu, 62 unit ambulans telah diluncurkan yang disebar di desa dan kelurahan se-Badung.

Untuk bidang sosial dan ketenagakerjaan, pemerintah juga memberikan santunan kematian sebesar Rp 10 juta, yang diterima langsung oleh ahli waris. Selain itu juga ada santunan penunggu pasien maksimal Rp 5 juta. Dan tak kalah pentingnya, menjembatani sertifikasi kompetensi kepada tenaga kerja sektor pariwisata.

Sementara di bidang adat, agama, dan budaya, pemerintah telah memberikan 122 mobil pecalang untuk 122 desa adat se-Badung. penyaluran hibah hingga lebih dari Rp 500 miliar untuk pembangunan, pura, bale banjar, tempat ibadah seperti gereja dan masjid serta memberikan bantuan berupa gamelan gong-baleganjur, memberikan dana motivasi untuk sekaa teruna dalam pembuatan ogoh-ogoh sebesar Rp 15 juta kepada masing-masing sekaa teruna (ST) se-Badung, di mana ogoh-ogoh tersebut akan dilombakan dengan hadiah Rp 15 juta untuk juara I, juara II Rp 12 juta dan juara II Rp 10 juta. Kemudian untuk juara harapan satu hingga tiga masing-masing Rp 5 juta.

Adapun bidang pariwisata, Bupati menyisihkan pendapatannya untuk enam kabupaten. Penyisihan dana Pajak Hotel dan Restoran (PHR) diberikan kepada Kabupaten Bangli, Karangasem, Klungkung, Tabanan, Jembrana, dan Buleleng. Penyisihan PHR ini nilainya cukup fantastis, di APBD Induk 2017 senilai Rp 342 miliar. Dana tersebut diberikan merata sebesar Rp 50 miliar dan sisanya diberikan secara proporsional. Dan di APBD Perubahan tahun 2017 ditambah lagi Rp 17 miliar, sehingga total keseluruhan kue manis pariwisata yang dibagikan ke enam kabupaten mencapai Rp 359 miliar.

Program yang telah diluncurkan seperti bantuan hibah untuk pembangunan tempat ibadah, pembangunan infrastruktur, juga untuk meningkatkan pariwisata Bali di Badung. Untuk tetap mengenjot kunjungan pariwisata, promosi parwisata juga gencar dilakukan. “Coca-Cola, masih terus dipromosikan, padahal dari kecil hingga besar anak-anak sudah tahu produk tersebut. Jadi untuk lebih dikenal, parwisata Bali harus terus dipromosikan,” kata Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.(sar)