Perbarindo Gelar Pelatihan “Role Model Business Regeneration 2018”

28
Berpose bersama, peserta Pelatihan BPR Provinsi Bali di sela-sela  kegiatan pelatihan Role Model Business Regeneration 2018 di Hotel Quest.

Denpasar (Bisnis Bali) – DPD Perbarindo Bali, Rabu (14/2) menyelenggarakan kegiatan pelatihan Role Model Business Regeneration 2018 bagi BPR Provinsi Bali bertempat di Hotel Quest. Dalam kegiatan pelatihan ini di antaranya dihadiri Bendahara DPD Perbarindo Bali, Made Mudastra, dan pengurus DPD Perbarindo lainnya.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit di sela-sela membuka acara pelatihan Role Model Business Regeneration 2018 mengatakan pelatihan ini diselenggarakan untuk bank perkreditan rakyat (BPR) di seluruh Bali. Melalui pelatihan, peserta pelatihan dapat mencari cara atau model bisnis ke depan. Ini juga secara khusus mempersiapkan BPR untuk menghadapi tantangan ke depan.
Ia menjelaskan BPR harus bisa selalu bertumbuh. BPR harus memiliki hidup yang berkualitas. “Modelnya yang paling dekat BPR dengan digital life,” ucapnya.
Dipaparkannya, BPR diarahkan untuk menerapkan teknologi informasi (TI). Ini karena BPR harus berani menyiapkan investasi terkait TI.
Lebih lanjut dikataknnya, salah satu kerja sama Perbarindo dengan Bank Mandiri dengan mengucurkan e-cash Mandiri. Ini bertujuan BPR bisa meningkatkan layanan kepada nasabah.
Ketut Komplit meyakini layanan terhadap nasabah berbasis smartphone. Harapan penerapan TI ini, BPR makin dikenal baik terhadap nasabah yang punya rekening maupun yang tidak memiliki rekening di BPR.

Pelatihan Role Model Business Regeneration 2018 akan berlangsung selama dua hari dengan pembicara Dewa Made Muku. Pelatihan hari pertama melihat peta BPR. Bagaimana BPR tidak menjadi kalah bersaing. Hari kedua cara implementasi operasional BPR di bidang bisnisnya.

Ketut Komplit menambahkan melalui pelatihan Role Model Business Regeneration 2018 bisa mulai membangun bisnisnya. Peserta pelatihan meliputi Direksi dan pejabat eksekutif sampai manajemen puncak di BPR. Mereka mempunyai otoritas dalam mengeksekusi kebijakan di BPR. (ad0.196)