Mandolin Khas Pupuan Ramaikan Kancah Musik Etnik

81
 Gita Bhaskara Etnik dengan mengangkat musik etnik (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan tak hanya memiliki potensi di sektor perkebunan saja, namun daerah tersebut memiliki alat kesenian khas yang merupakan alat musik Cina yang ditinggalkan pada masa penjajahan Jepang pada 1930 silam. Kini, alat musik dalam bentuk Mandolin tersebut kembali dibangkitkan oleh E Production dengan mengusung tema instrumen etnik.

Manajer E Production sekaligus Manajer Gita Baskara Etnik, Manik di sela-sela louncing grup musik tersebut di Tabanan, Rabu (14/2) mengungkapkan, awalnya alat musik mandolin di Pupuan dibawa oleh seorang warga Tionghoa. Namun, bentuk mandolin tersebut, saat itu masih berupa alat petik sejenis kecapi dan itu kini kemudian dikembangkan. Paparnya, awalnya alat musik mandolin yang ada di Desa Pupuan memang tidak terlepas dari peran I Ketut Lastra, atau yang lebih dikenal dengan Pan Sekar (alm). Pan Sekar merupakan orang pertama yang membuat musik mandolin seperti skerang ini.

“Mandolin sendiri berasal dari kata Mandarin yang lama kelamaan berubah cara mengucapkannya menjadi mandolin, karena alat tersebut sangat cocok dan seringkali membawakan melodi-melodi bernuansa mandarin,” tuturnya.

Jelas Manik yang juga merupakan artis pop Bali, seiring perkembangan zaman, mandolin akhirnya dibuat menjadi alat musik yang tidak hanya memainkan nada-nada Mandarin saja, tapi nada-nada yang lebih luas seperti alat musik pada umumnya, yang dimodifikasi oleh para keturunan dari Pan Sekar yang membentuk group musik mandolin, awalnya bernama Bungsil Gading. Katanya, pada 2017 lalu Bungsil Gading kemudian berubah menjadi Gita Bhaskara Etnik, itu seiring dengan kerja sama pihak Bungsil Gading dengan E Production yang ingin mengkemas dan mengangkat alat musik mandolin menjadi sebuah instrumen yang layak dibanggakan di industri musik.

“Personil dari Gita Bhaskara adalah, Dek Neng (mandolin), Yan Sri (mandolin), Yan Rus (mandolin), De Madu (gitar), Sugik (bass), De Arta (perkusi – jimbe), Putik (perkusi-chimes etc), Nato (suling), dan memakai 2 orang official equipment Budi dan Edi,” paparnya. (man)