Kemenpan RB Dorong Inovasi Perangkat Daerah di Badung

18
Kabag Organisasi I Wayan Wijana bersama Kepala Bidang Penyiapan, Perumusan Kebijakan Pelayanan Publik Kemenpan RB, Ir. Sri Hartini saat acara Inovasi Pelayanan Publik, Selasa (13/2) di Puspem Badung.

Mangupura (Bisnis Bali) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB) RI mendorong perangkat daerah di Pemkab Badung untuk membuat inovasi pelayanan publik. Melalui program inovasi pelayanan publik ini, akan dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat atas pelayanan Pemkab Badung. Hal tersebut terungkap saat kegiatan asistensi/pendampingan Kemenpan RB di Pemkab Badung guna mendorong Inovasi Pelayanan Publik, Selasa (13/2) di Puspem Badung.

Kegiatan yang dipimpin Kabag Organisasi I Wayan Wijana serta dihadiri para Sekretaris Perangkat Daerah, perbekel/lurah se-Badung, menghadirkan narasumber dari Kemenpan RB yaitu Kepala Bidang Penyiapan, Perumusan Kebijakan Pelayanan Publik Kemenpan RB Ir. Sri Hartini, M.M.

Kabag Organisasi I Wayan Wijana  menyampaikan apresiasi kehadiran Kemenpan RB untuk memberikan pendampingan berkaitan dengan inovasi pelayanan publik di Badung. Dari asistensi ini, narasumber akan memaparkan bagaimana itu inovasi, bagaimana kita menuliskan inovasi itu dalam bentuk proposal dan menayangkan contoh inovasi, sehingga dapat memberikan inspirasi sehingga di Badung banyak mengirimkan inovasi ke pusat.

Dijelaskan bahwa Bupati Badung bersama Wakil Bupati dan Sekda sangat berkomitmen untuk mendorong adanya inovasi di masing-masing perangkat daerah demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dari Kemenpan RB juga mendorong bahwa inovasi itu bukan hanya tentang teknologi namun bagaimana kita bisa mengubah mekanime, prosedur yang akan memudahkan masyarakat mendapat pelayanan. Sejak tahun 2012, Pemkab Badung telah mendukung program Kemenpan RB, salah satunya melalui program one agency one innovation. Itu artinya diharapkan masing-masing perangkat daerah, instansi daerah termasuk perusahaan daerah, setiap tahun minimal ada satu inovasi. “Melalui kegiatan ini kami juga harapkan, perbekel dan lurah agar mengangkat inovasi dari tokoh masyarakat yang mampu menciptakan sesuatu yang baru, dan teknologi yang sederhana, untuk dikirim ke pusat untuk seleksi inovasi tingkat nasional,” tambahnya. (r)