Dampak Erupsi Gunung Agung Pengangguran Bertambah, Genjot Sektor Informal

52
INTERAKTIF - Kasubag Kominfo Diskominfo Karangasem, Ni Nyoman Budiartini, Kadis Nakertrans Nyoman Suradnya, dan pemilik LKP Fanda Siti Nur Fatonah, saat interaktif di Radio SWIB, Karangasem. (bud)

Amlapura (Bisnis Bali) – Gunung Agung naik aktivitasnya bahkan sampai erupsi, menyebabkan jumlah pengangguran di Karangasem bertambah. Penyebabnya, banyak usaha tutup dan perekonomian lesu, sehingga banyak warga di Karangasem yang kehilangan pekerjaan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karangasem, Nyoman Suradnya, saat tampil sebagai narasumber dalam dialog interaktif yang membahas pelatihan ketenagakerjaan  di Radio SWIB Karangasem, bekerja sama dengan Diskominfo Karangasem, Selasa (13/2).

Suradnya mengatakan, pengangguran juga bertambah, karena pada September sampai Januari lalu, banyak warga Karangasem yang harus mengungsi, meninggalkan rumah, kampung halaman dan pekerjaannya baik sebagai petani maupun perajin atau pun pekerja di sektor koperasi dan usaha kecil dan menengah. ”Warga di kawasan rawan bencana erupsi Gunung Agung di Karangasem, banyak yang kehilangan pekerjaan, sehingga pengangguran di masyarakat Karangasem pasti bertambah banyak,” katanya.

Sebelum aktivitas gunung yang terakhir meletus pada 1963 itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sampai 2016, jumlah pengangguran di Karangasem sudah mencapai 5.306 jiwa, dari jumlah angkatan kerja 246.206 orang. Sementara penduduk Karangasem tercatat 537.148 orang, dengan jumlah penduduk miskin 27.120 orang. ”Pengangguran pasti bertambah. Fenomena pengangguran itu seperti daun yang jatuh dari pohon, pasti selalu ada. Tetapi, kami di Disnakertrans berkomitmen mengurangi jumlah pengangguran, di antaranya dengan terus menggelar pelatihan bagi pencari kerja dan generasi muda. Tahun lalu dari 1.828 pencari kerja yang tercatat melalui pengajuan kartu kuning, sebanyak 800 orang (58 persen) sudah mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Menurut Suradnya, pihaknya sudah mengantisivasi bertambahnya pengangguran termasuk akibat erupsi Gunung Agung, dengan memperbanyak pelatihan keterampilan. Pelatihan dilakukan dengan menggandeng lembaga kursus atau lembaga keterampilan dan pelatihan (LKP) di Karangasem. “Kami di Disnakertrans menggandeng 16 LKP. Di dinas yang saya pimpin, juga menggelar pelatihan sendiri, seperti kurus bahasa Jepang, kursus komputer, teknik las, serta perbengkelan. Usai pelatihan, kami harapkan mampu mandiri, selain bekerja di perusahaan orang lain, juga diharapkan membuka usaha sendiri, sehingga menjadi pahlawan penyerap tenaga kerja,” katanya. (bud)