Fasilitas Pariwisata Beragam, ”Quality Tourism” Tercapai?

22
Wisatawan Cina dengan kelas yang variatif berlibur ke Bali. (kup)

Pariwisata Bali sudah bisa digolongkan sangat kompetitif karena mampu menawarkan fasilitas dan produk pariwisata yang beragam. Sejauhmana kemampuan Bali menggaet wisatawan sehingga pasar pariwisata Bali lebih variatif?

BALI mampu menyediakan fasilitas produk pariwisata yang berkelas sehingga mampu dipesan wisatawan sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Fasilitas penunjang pariwisata yang beragam menjadikan Bali mampu menggarap destinasi wisata yang berkualitas (quality tourism), dan pariwisata masal (mass tourism).

Ketua INCCA Bali, IB Surakusuma mengungkapkan, pariwisata Bali memiliki daya tarik yang luar biasa. Bali memiliki keindahan alam dan seni budaya yang sangat unik.

Pariwisata Bali sudah didukung dengan penerbangan menuju berbagai pasar di dunia. Ini diawali penyiapan penerbangan high class untuk melayani pasar yang tergolong quality tourism. Selanjutnya lebih kompetitif disediakan penerbangan budget untuk melayani pasar yang tergolong mass tourism.

Dipaparkannya, akomodasi di Bali sudah tersedia pasar high class dari hotel bintang sampai vila mewah. Di Bali juga tersedia hotel melati sampai pondok wisata dengan harga budget untuk kelas bawah.
Menurutnya, pariwisata Bali juga menyediakan fasilitas akomodasi di pusat kota, kawasan sentra pariwisata maupun di desa. Bali juga sudah mengembangkan kawasan desa wisata.

Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali ini melihat, di desa wisata sudah dikembangkan akomodasi yang dikelola masyarakat setempat dalam bentuk home stay. Wisatawan high class sampai wisatawan budget juga bisa mengunjungi desa wisata. Mereka bisa menginap dalam jangka waktu sesuai kemampuan uang yang dibelanjakan masing-masing wisatawan.
Dikatakannya, keunikan pariwisata Bali mendorong wisatawan dari berbagai kalangan baik kalangan bawah sampai wisatawan kelas atas ingin berlibur ke Bali. Daya tarik Bali mampu menarik wisatawan yang tergolong quality tourism maupun wisatawan yang tergolong mass tourism.

Menurutnya, pelaku pariwisata di Bali sudah menata kawasan pantai, kawasan pusat kota sampai ke kawasan desa sehingga bisa dikunjungi wisatawan.  Kawasan pesisir pantai baik di Kuta, Nusa Dua, dan Sanur sebagian besar sudah dilengkapi fasilitas hotel bintang. (kup)