Harga Pasir belum Stabil

74
Harga material bangunan seperti pasir hingga Kini belum stabil.

Denpasar (Bisnis Bali) – Sebagai kota besar dan ibu kota provinsi, tingkat pembangunan fisik di Kota Denpasar cukup tinggi, baik oleh perorangan atau pribadi maupun pemerintah atau proyek skala besar. Alhasil, kebutuhan terhadap material pembangunan juga meningkat. Salah satunya pasir.

Pasir menjadi kebutuhan mendasar pada setiap pembangunan fisik di antaranya pembangunan rumah, gedung perkantoran, tempat usaha, serta infrastruktur umum. Harga material ini berfluktuasi mengikuti kondisi alam karena pasir diambil dari alam.

Begitu pula dengan terjadinya bencana erupsi Gunung Agung di Karangasem sangat berpengaruh terhadap harga pasir. Ketika Gunung Agung mulai ditetapkan pada level awas sekitar September 2017 lalu, harga pasir terutama di pedagang-pedagang bahan bangunan di Denpasar seketika melonjak tajam hingga dua kali lipat akibat terhambatnya penambangan pasir di galian Karangasem.

Seperti dituturkan salah seorang pedagang bahan bangunan di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Desi. Dia mengatakan, harga pasir sempat melonjak signifikan di awal penetapan status Gunung Agung menjadi awas.

“Waktu itu harganya naik dua kali lipat dari harga sebelumnya. Pasokan dari Karangasem juga sempat berhenti karena galian ditutup akibat status awas Gunung Agung,” ungkapnya. (dar)