Tangani Ketergantungan Narkoba Pastika Tertarik dengan Pengobatan Tradisional Cina

32
 Gubernur Bali Mangku Pastika tengah, didampingi Wakil Rektor 1 Universitas Warmadewa Ir. I Nyoman Kaca,M.Si beserta jajarannya ( kanan), .    Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, President Shanghai University of TCM MR. Jianguang  XU dan jajarannya ( kiri). (pur)

Denpasar (Bisnis Bali) – Saat ini Indonesia dalam kondisi darurat narkoba, karena hampir puluhan nyawa melayang per harinya akibat dari penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, perlu dilakukan langkah nyata khususnya bagi para korban narkoba yang salah satunya dengan  menjalani rehabilitasi yang dipadukan dengan pengobatan tradisional Cina.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengungkapkan ketertarikannya akan pengobatan tradisional Cina, khususnya dalam penanganan ketergantungan narkoba. Hal ini disampaikan Gubernur Pastika saat menerima kunjungan dari delegasi Universitas Shanghai, Tiongkok yang dipimpin oleh President Shanghai University of TCM MR. Jianguang  XU, di ruang kerjanya.

“Beberapa waktu lalu saya ke Cina, saya melihat bagaimana pengguna narkoba diobati dengan terapi akupuntur dan minuman herbal China, dan itu berhasil. Saya tertarik untuk hal itu dan ingin mengembangkannya di Bali, saya harap ini akan jadi salah satu solusi dalam penanganan korban narkoba,“ ungkapnya.

Ditambahkan Pastika, pengobatan tradisional Cina sudah sangat terkenal dan banyak digunakan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Di sisi lain, Bali juga memiliki banyak tanaman obat – obatan yang sudah dijadikan obat tradisional untuk berbagai penyakit berdasarkan pada kitab suci Ayurveda.

Pastika berharap dengan adanya hubungan kerja sama, nantinya akan dijalin dengan Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa Denpasar, maka akan dapat memperkaya pengobatan tradisional yang ada sekaligus sebagai ajang saling bertukar ilmu pengetahuan serta pengalaman dalam bidang kesehatan. (pur)