Entas Kemiskinan dan Pengangguran Pemkab Gulirkan Padat Karya

24
istALAT - Bupati Suwirta saat menyerahkan peralatan untuk pelaksanaan proyek pembangunan badan jalan kepada masyarakat.

Semarapura (Bisnis Bali) – Pemkab Klungkung kembali menggulirkan  program padat karya guna menekan angka pengangguran serta mengurangi angka kemiskinan. Proyek padat karya kali ini berupa pembangunan badan jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 5 meter di Dusun Pemenang, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan.
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang didampingi Sekretaris Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra membuka secara resmi proyek padat karya sekaligus melakukan peletakan batu pertama, Jumat (9/2) kemarin. Pada kesempatan tersebut Bupati Suwirta menyampaikan, proyek padat karya ini salah satu langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat terutama yang belum memiliki pekerjaan, dengan mempekerjakan yang bersangkutan dan dibayar dengan upah yang
layak.
Menurutnya, proyek padat karya merupakan solusi terbaik  menerapkan konsep oleh, dari dan untuk masyarakat dengan tujuan pemberdayaan masyarakat. “Padat karya ini salah satu langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat dengan konsep oleh, dari dan untuk masyarakat,” ungkapnya.
Bupati Suwirta juga berharap ke depannya, untuk pembangunan fisik lainnya di desa agar dilaksanakan dengan pola padat karya sehingga pemberdayaan masyarakat maupun pengentasan kemiskinan bisa berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja I Gede Kusumajaya menyatakan, proyek padat karya ini tidak hanya akan memperlancar mobilitas masayarakat, namun juga akan mempermudah masyarakat menuju ke pemukiman, Subak Gombeng Kelod, Subak Giri dan tempat Pesucian Ida Betara Dalem Suladri. “Ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat pengangguran, setengah menganggur dan masyarakat miskin dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal,”ungkapnya.
Tenaga kerja yang dikerahkan dalam pengerjaan proyek infrastruktur ini melibatkan ratusan masyarakat. Upah yang diberikan pun bervariasi. Mulai dari pengayah Rp 80.000 per hari, sedangkan  tukang digaji  Rp 85.000 per hari. “Ini berlangsung selama 20 hari, panjang jalan 300 meter dengan lebar 5 meter,” imbuhnya. (wid)