Pasar Jepang ke Bali belum Pulih

30
BERLIBUR - Wisatawan Jepang yang sedang berlibur di Bali. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Pasar Jepang yang berlibur ke Bali, dinilai belum pulih. Ketua Dewan Pengawas Tata Krama Asita Bali, Komang Takuaki Banuartha, Kamis (8/2) mengatakan, pasar Jepang sangat sensitif dengan masalah bencana sehingga mereka di antaranya masih takut berlibur ke Bali dengan ancaman erupsi Gunung Agung.

Ia mengungkapkan, penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat paparan abu vulkanik Gunung Agung di pengujung 2017 berimbas besar terhadap sektor pariwisata Bali. Penutupan Bandara Ngurah Rai berpengaruh sekali dengan penurunan pasar Jepang.

Owner Sari Tour ini menjelaskan, pasar Jepang sangat sensitif urusan bencana.  Erupsi Gunung Agung menjadi indikator utama belum pulihnya kunjungan wisatawan Jepang ke Bali. Seperti di Ubud terlihat terjadi penurunan kunjungan wisatawan Jepang.

Dipaparkannya, intinya terjadi pengurangan kedatangan wisatawan Jepang ke Bali. Pengurangan kedatangan wisatawan Jepang ke Bali mencapai 50 persen.

Lebih lanjut dikatakannya, Maret dan April 2018 belum terlihat adanya peningkatan kunjungan wisatawan. “Perlu waktu panjang untuk pemulihan pasar Jepang seiring pemulihan kondisi Gunung Agung setelah mengalami erupsi,” katanya.

Ia mencontohkan, travel agent besar yang selama ini menggarap pasar Jepang sebelumnya hanya menggarap 1.000 orang wisatawan per bulan. kini travel agent hanya menggarap 300-500 orang wisatawan Jepang per bulan. “Penurunan kunjungan pasar Jepang ini murni ketakutan karena erupsi Gunung Agung,” katanya. (kup)