Komisi I DPRD Sidak Bangunan tanpa Izin di Bukti Kubutambahan

36
Komisi I DPRD Buleleng sidak di Desa Bukti. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Komisi I DPRD Buleleng melakukan sidak terhadap bangunan tanpa izin di Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan. Anggota Komisi I DPRD Buleleng, Dewa

Putu Tjakra bersama staf ahli DPRD Buleleng, Made Suarsa dan dihadiri oleh Camat Kubutambahan, Drs. Komang Sumerta Jaya, Satpol PP Kecamatan Kubutambahan, Made Bagia, Babinsa, Kabinkatibnas dan Kepala Desa Bukti Gede Wardana.

Menurut informasi yang didapat, di Desa Bukti ada beberapa bangunan yang belum mempunyai izin bagunan namun sudah  melakukan pembangunan. Untuk itu, Komisi I DPRD Buleleng beserta jajaran meninjau lokasi bangunan yang disinyalir belum memiliki izin bangunan tersebut. Lokasi pertama yang didatangi adalah minimarket milik Nengah Gita di Desa Bukti, menurut informasi minimarket yang baru berdiri 3 bulan yang lalu ini belum memiliki izin bangunan dan usaha.

Setelah mendatangi lokasi, pemilik usaha Nengah Gita mengatakan, memang benar belum mengurus izin bangunan dan izin usahanya. Karena saat itu dirinya masih fokus pada pengamanan barang-barang usaha yang dulu sempat buka usaha di daerah Karangasem. “Karena terkena dampak erupsi Gunung Agung akhirnya semua barang dipindahkan sementara ke Desa Bukti. Karena belum ada kejelasan terkait kondisi Gunung Agung akhirnya kami putuskan sementara waktu membuka usaha di sini agar nantinya usaha kami tidak tutup lama, kami mengakui belum sempat mengurus IMB dan izin Usaha,’’ katanya. Ke depan pihaknya akan urus semua izin agar usahanya menjadi legal.

Terkait dengan itu, Kepala Desa Bukti mengatakan, saat baru membuka usaha pihaknya sudah mengadakan pendekatan kepada yang bersangkutan agar mengurus izin, tetapi karena alasan domisili  dan masih berstatus sebagai pengungsi sehingga dari desa masih memberikan kesempatan untuk menunda pengurusan izin itu.

“Setelah pengecakan ini, kami harap yang bersangkutan agar segera mengurus izinnya agar nantinya usahanya menjadi legal dan tidak ada permasalahan di kemudian hari,’’ katanya. Apabila nantinya imbauan ini tidak dihiraukan, katanya, jelas pemerintah desa akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan sanksi yang tepat buat permasalahan ini.

Di hari yang sama, rombongan komisi I DPRD kembali mengecek sebuah pembangunan yang diduga akan menjadi Villa di Desa Bukti. Bangunan yang berada di dekat sepadan pantai ini awalnya meminta izin untuk melakukan  penyenderan lahan saja, akan tetapi kenyataan di lapangan ada beberapa bangunan dan sebuah kolam renang yang dalam tahap kontruksi.  (ira)