BUAH durian sangat banyak penggemarnya, sehingga musim durian sangat dinanti oleh para penggemar durian. Hal tersebut membuat harga durian cukup tinggi di pasaran, apalagi untuk durian jenis tertentu yang memiliki rasa dan daging buah yang tebal.

Di Bali, durian banyak ditanam di daerah Buleleng, Tabanan, Bangli dan Karangasem. Untuk menentukan lokasi penanaman atau lahan kebun buah durian merupakan hal yang sangat penting bila ingin membudidayakan durian. Menurut Putu Krisna, petani durian, dari Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, memiliki beberapa syarat agar bisa tumbuh dengan subur, seperti penanaman sebaiknya dilakukan di lahan dengan ketinggian 50-1000 m di atas permukaan laut. Tipe tanah yang disukai tanaman durian adalah lempung berpasir yang memiliki banyak kandungan organik dan unsur hara. Suhu lahan berkisar antara 21 sampai 30 derajat celcius dan lahan memiliki pH tanah berkisar 6-7.

“Kalau sekarang kebanyakan petani memilih bibit durian cane atau montong, karena buahnya lebih besar dan daging buah lebih tebal,” tuturnya.

Pemilihan bibit sangat penting untuk memulai budi daya. Bibit yang berasal dari varietas unggulan akan menentukan pertumbuhan dan kualitas buah durian.

Setelah menentukan bibit unggul yang akan ditanam, bersihkan lahan dari gulma atau tanaman liar yang mengganggu kemudian dicangkul agar gembur. Kemudian tanah dicampur pupuk dan diamkan selama kurang lebih seminggu agar pupuk terserap sempurna oleh tanah. “Buat  lubang tanam dengan jarak antarlubang kurang lebih 8 x 8 m, lalu tanam bibit. Bibit durian sebaiknya dimasukkan dalam posisi tegak, lalu timbun dengan tanah hingga batas leher akar,” tandasnya. (pur)