Bank Sampah Ubah Barang Bekas Bernilai Ekonomis

111
Wali Kota Rai Mantra saat melauncing Bank Sampah Berbasis Online di Banjar Bantas, Desa Peguyangan Kangin. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pembangunan perekonomian dan perkembangan penduduk harus diikuti dengan pemeliharaan kelestarian lingkungan. Sampah merupakan masalah klasik yang perlu diperhatikan dan segera diatasi begitu juga di Kota Denpasar. Jenis sampah yang dikeluarkan oleh industri maupun masyarakat adalah jenis organik dan non organik. Sampah nonorganik tidak bisa terurai secara alamiah tetapi perlu tindakan manusia untuk mengolahnya yaitu, dengan mendaur ulang sampah nonorganik. Salah satunya adalah sampah plastik atau dikenal dengan limbah plastik.

Untuk itu, dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama dalam mengelola sampah yang benilai ekonomis, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar di bawah kepemimpinan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara terus-menerus berupaya menanggulangi sampah terutama memerangi sampah plastik. Salah satunya dengan mencetuskan ide Bank Sampah dengan konsep bentuk kolaborasi dengan perbankan, yakni terdapat buku rekening bagi para penabung atau nasabah.

Bank Sampah ini selain sebagai penyelamat lingkungan juga ada konsep menabung. Uniknya, di Bank Sampah para nasabah menyetor sampah terutama sampah plastik akan mendapatkan uang sesuai dengan nilai sampah yang mereka tukarkan. Sampah akan ditimbang dan ditaksir nilainya sesuai harga di pasaran atau pengepul, kemudian nilai uang itu yang akan dimasukan ke rekening nasabah.

Komoditi pada bank ini bukan uang, melainkan sampah. Ada pun produk sampah dari rumah tangga bisa dimanfaatkan untuk ditabungkan ke bank sampah setelah selesai dipilah. Bank sampah sudah memiliki kriteria sampah yang bernilai, di antaranya kertas, botol dan kantong plastik, bungkus mi instan dan minuman, besi, dan yang lainnya.

Kini keberadaan bank sampah di Kota Denpasar sudah dirasakan manfaatnya, baik oleh pengelolanya sendiri maupun masyarakat sekitarnya. Saat ini terhitung di Kota Denpasar terdapat sekitar 37 bank sampah  yang sudah mengantongi SK Wali Kota. Keberadaan bank-bank sampah ini sangat membantu pemerintah utamanya petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar dalam menangani kebersihan di Kota Denpasar.

Selain itu, sampah plastik yang telah ditabung di bank sampah di olah kembali menjadi sebuah kerajinan yang bernilai ekonomi dan bermanfaat dan sudah bisa di ekspor keluar negeri seperti kerajinan daur ulang dari bahan baku sampah yang dihasilkan nasabah bank sampah Garuda Wastu Lestari (GWL) Denpasar diminati warga Swiss.
Produk kerajinan tangan tersebut dibuat dengan kualitas dan desain yang menarik. “Produk bank sampah itu bukan berarti tidak bernilai, karena kami menciptakannya sebagus mungkin dan berkualitas tinggi sehingga pemakainya tidak merasa minder atau malu. Buktinya warga Switzerland (Swiss) menyukai,” ujar pendiri bank sampah GWL, Ni Wayan Riawati, saat ditemui di kantor bank sampah miliknya di Peguyangan, Denpasar.

Perajin bahan daur ulang ini memanfaatkan plastik kemasan kopi dan beraneka minuman tuang, yang mengandung aluminium foil. Barang-barang yang diproduksi antara lain tempat pensil, tas dan trendy bag untuk ibu-ibu jika hendak berbelanja di pasar. (sta)