Mangupura (BisnisBali) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Bambang Brodjonegoro membuka Seminar Internasional Sikapi Kondisi Disruptive Economy yang digelar BPJS Ketenagakerjaan dan International Social Security Association (ISSA).

450 delegasi dari berbagai negara yang merupakan praktisi-praktisi jaminan sosial hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan agar bisa menghasilkan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan dan praktisi jaminan sosial.

Bambang mengatakan, tiap pekerja di Indonesia harus punya jaminan terutama pensiun,  jaminan kerja dan kecelakaan kerja.  “Karenanya dengan adanya BPJS sebagai upaya kita  memperbaiki risiko kerja dan mengurangi kemiskinan, sebab para pekerja sudah ada kepastian,” katanya.

Ia pun menerangkan dengan adanya sosial security diutamakan untuk membantu masyarakat yang berpendapatan terendah.  Di Indonesia ada BPJS Kesehatan untuk masalah kesehaan dan BPJS Ketenagakerjaan. untuk jaminan hari tua sehingga tidak gampang jatuh miskin.  Fungsi utama dari hal ini adalah bagaimana mencegah lebih banyak lagi orang yang jatuh ke garis kemiskinan.

“Ini harus jadi perharian kita semua. BPJS harus mengantisipasi jenis pekerjaan apa yang harus didukung sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan dengan perubahan digitalisasi dengan membuat mereka tidak jatuh miskin atau pengangguran begitu saja, ” paparnya.

Sementara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, di sela-sela International  Seminar on Expanding Social Security  Coverage in The Discruptive Economy Era di The Mulia Hotel, Nusa Dua, Selasa (6/2) mengatakan,  seminar internasional ini merupakan langkah strategis yang perlu ditempuh untuk dapat terus beradaptasi terhadap  perekonomian global. (dik)