Program Penegerian TK Berlanjut di Nusa Penida

22
Penyerahan Surat Keputusan oleh Bupati Suwirta kepada Kepala TK Negeri Desa Batununggal (ist)

Semarapura (Bisnis Bali) –
Setelah di tiga kecamatan di Klungkung daratan, program penegerian sekolah taman kanak-kanak (TK) berlajut ke Kecamatan Nusa Penida. Penegerian TK swasta oleh Pemkab Klungkung tahun ini merupakan gagasan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sebagai upaya untuk meningkatkan angka partisipasi anak-anak untuk menempuh pendidikan sejak dini.
Surat keputusan diserahkan langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, didampingi Bunda PAUD Ny. Ayu Suwirta kepada Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya serta KPD terkait di sekolah masing-masing, Senin (5/2) kemarin.

Di Kecamatan Nusa Penida untuk tahap awal penegerian dilakukan pada TK PAUD Silajaya Kumara yang selanjutnya menjadi TK Negeri Desa Batununggul, TK Widya Yogi Kumara
yang selanjutnya menjadi TK Negeri Desa Klumpu serta PAUD Tunas Mekar Jaya Pejukutan menjadi TK Negeri Desa Pejukutan. Dengan kebijakan yang dirancang ini, Bupati Suwirta mengatakan, tidak ada lagi pemungutan
biaya alias gratis.
Bupati Suwirta mengatakan, penegerian TK pada tahun 2018 ini menyasar 12 sekolah tersebar di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan dan Nusa Penida. Seluruh biaya operasional ditanggung pemkab. “Tenaga
pendidik yang sebelumnya berstatus pengabdi secara otomatis diangkat menjadi tenaga kontrak dengan upah Rp 1,6 juta per bulan sudah termasuk jaminan kesehatan,” ungkapnya.
Bupati Suwirta menjelaskan, biaya masuk sekolah TK selama ini dinilai cukup besar oleh sebagian masyarakat dan jarak tempuh yang jauh menyebabkan angka partisipasi kasar (APK) anak-anak menempuh pendidikan TK baru mencapai 61 persen. Hal ini lebih rendah utamanya untuk wilayah perdesaan.
Berdasarkan data tersebut, lahir gagasan dari Bupati Suwirta untuk membuat satu desa satu TK negeri. “Dengan program inovatif ini,
masyarakat tidak lagi membayar karena  pendidikan untuk anak-anak mereka karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi program pendidikan ini hanya ada di Kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Suwirta. (wid)